Senin, 07 November 2011

50% Penduduk Indonesia Belum Miliki Jaminan Kesehatan




MAKASSAR - Sebanyak 118 juta penduduk Indonesia belum memiliki jaminan kesehatan. Jumlah itu setara dengan setengah penduduk dari 237 penduduk Indonesia saat ini.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Ghazali Situmorang kepada okezone, dalam rangkaian kegiatan Rapat Konsultasi dan Sinkronisasi Pencapaian Jaminan Kesehatan, di Hotel Imperial Aryaduta, Makassar, Rabu (26/10/2011).

"Pemahaman masyarakat tentang jaminan kesehatan masih sangat beragam. Data 2010 menyebutkan, baru 121,2 juta penduduk Indonesia yang menjadi peserta pada jaminan kesehatan," ujarnya.

Dengan pertimbangan pertambahan penduduk tiga hingga empat juta per tahun, saat ini masih ada 118 juta penduduk belum memiliki jaminan kesehatan.

Ghazali mengatakan, saat ini belum semua penduduk jaminan kesehatannya tercakup. Itu terjadi karena data kepesertaan jaminan kesehatan belum terintegrasi.

DSJN menargetkan hingga 2014, semua penduduk sudah harus terkover jaminan kesehatan. Menurutnya, DSJN sudah punya roadmap yang disusun untuk mencapai target tersebut.

"Peluasan kepesertaan 2012 kita targetkan tercapai 33,6 persen penduduk, pada 2013 sebesar 32,9 penduduk dan 2014 perluasan kepesertaan 33,5 persen," ungkap Ghazali.

Pada akhirnya, di akhir 2014 nanti, keseluruhan jumlah penduduk bisa memiliki jaminan kesehatan. Ghazali mengatakan, UU 40 tahun 2004 memerintahkan pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Ada dua BPJS, ada yang khusus kesehatan dan ada yang khusus jaminan hari tua.

Program hingga 2014 itu, kata dia khusus BPJS Kesehatan. Menurutnya, ada beberapa perbedaan mendasar jaminan kesehatan yang akan diterapkan itu dibandngkan sekarang.

"Jika jaminan kesehatan yang ada sekarang hanya mencakup sebagian penduduk, maka nantinya semua orang harus punya jaminan kesehatan karena itu sesuai perintah UU. Pelayanan kesehatannya juga harus sama pada semua orang, tidak boleh ada perbedaan. Penyelenggara nantinya adalah BPJS kesehatan. Kalau sekarang kan instansi pemerintah dan swasta jalan sendiri-sendiri," pungkasnya.

Sumber
http://news.id.msn.com/okezone/business/article.aspx?cp-documentid=5454696

Tidak ada komentar:

Posting Komentar