Senin, 30 Januari 2012

Pengobatan Flu Burung


Penanganan flu burung dapat dilakukan dengan pengobatan atau pemberian obat flu seperti Tamiflu atau jenis lainnya, tapi harus tetap dalam pengawasan dokter atau pihak rumah sakit yang ditunjuk oleh Dinas Kesehatan RI.
Jenis obat penanggulangan infeksi flu burung ada 2, pertama adalah obat seperti amantadine dan rimantadine yaitu ion channel (M2) blocker, yang menghalagi aktivitas ion channel dari virus flu jenis A dan bukan jenis B sehingga aliran ion hydrogen dapat diblok dan virus tidak dapat berkembang biak.
Sayang sekali bahwa jenis obat yang pertama ini dapat memicu tingkat resistensi virus terhadap zat obat, sehingga di hari ke 5 hingga ke 7 setelah konsumsi obat, 16-35% dari virus akan resisten karena adanya mutasi pada protein M2 pada virus. Oleh karena itu, obat jenis ini tidak dijual bebas di sembarang apotik, meskipun dengan pemberian resep dokter, karena dikhawatirkan kesalahan pemberian obat dapat menimbulkan munculnya jenis virus baru yang lebih ganas dan kebal terhadap obat ini.
Jenis obat yang kedua adalah Neurimidase (NA) inhibitor, jenis seperti Zanamivir dan Oseltamivir, dengan protein NA-nya yang berfungsi melepaskan virus yang bereplikasi di dalam sel, sehingga virus tidak dapat keluar dari dalam sel. Virus ini nantinya akan menempel di permukaan sel saja dan tidak akan pindah ke sel yang lain. Jenis obat yang kedua ini tidak menimbulkan resisten pada tubuh virus seperti jenis pada ion channel blocker.
Hingga sekarang peneliti telah berusaha keras untuk menciptakan jenis vaksin yang dapat mengantisipasi pandemik virus H5N1, namun karena virus ini selalu bermutasi maka dirasa penciptaan vaksin yang efektif tidak dapat cukup kuat melawan jenis virus H5N1 yang sekarang walaupun dirasa dapat efektif untuk mengantisipasi jenis baru yang akan muncul.
Walaupun penelitian vaksin jenis baru sedang digalakkan, WHO mengatakan bahwa percobaan klinis virus jenis pertama haruslah tetap dilakukan sebagai langkah yang esensial untuk mengatasi pandemik yang mungkin akan terjadi.
Walaupun begitu, alangkah lebih baik jika masyarakat melakukan pencegahan dan melakukan beberapa tindakan yang benar untuk mengantisipasi serangan flu burung. Tak perlu panik dan berlebih, hanya perlu untuk memperhatikan beberapa hal berikut :
  1. Gunakan pelindung (Masker, kacamata renang, sarung tangan) setiap berhubungan dnegan bahan yang berasal dari saluran cerna unggas
  2. Setiap hal yang berasal dari saluran cerna unggas seperti sekresi harus ditanam/dibakar supaya tidak menular kepada lingkungan sekitar
  3. Cuci alat yang digunakan dalam peternakan dengan desinfektan
  4. Kandang dan Sekresi unggas tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan
  5. Memasak daging ayam dengan benar pada suhu 80 derajat dalam 1 menit dan membersihkan telur ayam serta dipanaskan pada suhu 64 derajat selama 5 menit.
  6. Menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri.
Yang paling penting adalah :
  1. Menjauhkan unggas dari pemukiman manusia untuk mengurangi kontak penyebaran virus
  2. Segera memusnahkan unggas yang mati mendadak dan unggas yang jatuh sakit utnuk memutus rantai penularan flu burung, dan jangan lupa untuk mencuci tangan setelahnya.
  3. Laporkan kejadian flu burung ke Pos Komando Pengendalian Flu Burung di nomor 021-4257125 atau dinas peternakan-perikanan dan dinas kesehatan daerah tempat tinggal anda. 
Sumber: http://fluburung.org/pengobatan-flu-burung.asp

Gejala pada Flu Burung Pada Manusia

Virus Flu Burung yang pada awalnya diketahui hanya bisa menular antar sesama unggas, menciptakan mutasi baru yang dapat juga menyerang manusia. Mutasi virus ini dapat menginfeksi manusia yang berkontak langsung dengan sekresi unggas yang terinfeksi. Manusia yang memiliki resiko tinggi tertular adalah anak-anak, karena memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah, pekerja peternakan unggas, penjual dan penjamah unggas, serta pemilik unggas peliharaan rumahan.
Masa inkubasi virus adalah 1-7 hari dimana setelah itu muncul gejala-gejala seseorang terkena flu burung adalah dengan menunjukkan ciri-ciri berikut :
  1. Menderita ISPA
  2. Timbulnya demam tinggi (> 38 derajat Celcius)
  3. Sakit tenggorokan yang tiba-tiba
  4. Batuk, mengeluarkan ingus, nyeri otot
  5. Sakit kepala
  6. Lemas mendadak
  7. Timbulnya radang paru-paru (pneumonia) yang bila tidak mendapatkan penanganan tepat dapat menyebabkan kematian
Mengingat gejala Flu burung mirip dengan flu biasa, maka tidak ada yang bisa membedakan flu burung dan flu biasa. Jika ada penderita yang batuk, pilek dan demam yang tidak kunjung turun, maka disarankan untuk segera mengunjungi dokter atau rumah sakit terdekat.
Penderita yang diduga mengidap virus Flu burung disebut penderita suspect flu burung dimana penderita pernah mengunjungi peternakan yang berada di daerah yang terjangkit flu burung, atau bekerja dalam laboratorium yang sedang meneliti kasus flu burung, atau berkontak dengan unggas dalam waktu beberapa hari terakhir.
Kasus probable adalah kasus dimana pasien suspek mendapatkan hasil tes laboratorium yang terbatas hanya mengarah pada hasil penelitian bahwa virus yang diderita adalah virus jenis A, atau pasien meninggal karena pneumonia gagal.
Sedangkan kasus kompermasi adalah kasus suspek atau probable dimana telah didukung dengan hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan bahwa virus flu yang diderita adalah positif jenis H5N1, PCR influenza H5 positif dan peningkatan antibody H5 membesar 4 kalinya.
Namun, gejala yang dimunculkan oleh virus H5N1 ini berbeda-beda dimana ada kasus seorang anak laki-laki yang terinfeksi virus H5N1 yang mengalami diare parah dan diikuti dengan koma panjang tanpa mengalami gejala-gejala seperti influenza, oleh karena itu pemeriksaan secara medis penting dilakukan terutama bila mendapati timbulnya gejala penyakit yang tidak wajar. 

Sumber: http://fluburung.org/gejala-pada-manusia.asp

Penanganan Flu Burung pada Ternak

 Jika anda mendapati bahwa unggas ternak anda terjangkit flu burung, maka ada serangkaian tindakan yang merupakan satu kesatuan yang harus dilakukan terutama setelah anda melapor pada Dinas Kesehatan. Tindakan yang berjumlah 9 langkah itu adalah :
  1. Meningkatkan keamanan biosekuriti
  2. Melakukan vaksinasi terhadap unggas
  3. Melakukan depopulasi atau pemusnahan terbatas di daerah yang tertular
  4. Mengendalikan lalu lintas keluar masuk unggas dan menghalangi masuknya unggas liar
  5. Melakukan pengamatan dan penelurusan kembali bagaimana unggas bisa terkena flu burung
  6. Mengisi kandang kembali
  7. Memusnahkan keseluruhan unggas di daerah yang baru tertular
  8. Meningkatkan kesadaran masyarakat atas bahayanya virus flu burung
  9. Melakukan monitor dan evaluasi



Untuk melindungi ternak unggas anda supaya tidak terjangkit wabah flu burung, anda harus :
  1. Menjaga ternak supaya dalam kondisi baik, dengan menyediakan akses air bersih dan makanan yang memadai, kandang yang memadai, dan memberi ternak produk bebas cacing yang sudah diberi vaksin
  2. Menjaga ternak supaya tetap berada dalam lingkungan yang terlindung
  3. Memeriksa barang-barang yang masuk ke dalam peternakan



Ketika flu burung sudah merebak, maka yang harus anda lakukan untuk melindungi peternakan anda adalah :
  1. Memelihara ternak di tempat yang terlindungi
  2. Tidak membeli atau menerima hewan lagi di peternakan
  3. Membatasi dan mengendalikan orang yang masuk ke peternakan
  4. Bersihkan pekarangan, kandang, semua peralatan, sepeda motor dan barang-barang yang ada dikandang secara berkala
  5. Jauhkan pupuk kandang dari kolam dan sumur

Sumber: http://fluburung.org/penanganan-flu-burung-pada-ternak.asp

Ciri-ciri Flu Burung pada Unggas

Penularan flu burung yang dibawa oleh unggas liar kepada unggas ternak menjadi momok tersendiri oleh para peternak. Belum juga hilang bayangan ketakutan akan tertularnya diri sendiri dan keluarga oleh keganasan virus flu burung, peternak juga dibayangi kerugian akan matinya unggas-unggas peliharaan mereka. Sebelum flu burung menggemparkan dunia sejak ditemukan pada tahun 1997 di Hong Kong, telah banyak penyakit muncul pada unggas yang di Indonesia sempat dikenal dengan penyakit New Castle dan Tetelo. Namun karena tidak menular kepada manusia, kedua penyakit tersebut tidak menjadi pandemik yang ditakutkan.



Penyakit flu burung ditularkan baik ke sesama unggas ataupun spesies lainnya dan manusia melalui kotoran burung. Satu tetesan sekresi dari burung yang terinfeksi mengandung virus yang dapat membunuh 1 juta burung. Virus ini kemudian menempel pada berbagai media seperti sarana transprotasi ternak, peralatan kandang yang tercemar, pakan dan minuman unggas yang tercemar, pekerja di peternakan dan burung-burung liar.
Untuk mengenali unggas yang terinfeksi flu burung, anda dapat mengenali dari gejala klinis yang ditemukan pada unggas tersebut yaitu :
  1. Jengger dan pial yang bengkak dan berwarna kebiruan
  2. Pendarahan yang rata pada kaki unggas berupa bintik-bintik merah (ptekhi) biasa disebut dengan kaki kerokan
  3. Adanya cairan di mata dan hidung serta timbul gangguan pernafasan
  4. Keluarnya cairan jernih hingga kental dari rongga mulut
  5. Timbulnya diare berlebih
  6. Cangkang telur lembek
  7. Tingkat Kematian yang tinggi mendekati 100% dalam 2 hari hingga 1 minggu
Segera laporkan pada Dinas Kesehatan jika anda mendapati unggas peliharaan anda mengalami cirri-ciri seperti yang disebutkan di atas.

Sumber:  http://fluburung.org/gejala-unggas-terinfeksi-flu-burung.asp

Dampak Flu Burung

Munculnya penyakit Flu burung menimbulkan dampak yang luar biasa terutama di bidang perekonomian di suatu Negara.
Kerugian di Industri peternakan menyebabkan hilangnya keuntungan milyaran rupiah yang dialami baik peternak ataupun Negara, terutama bagi Negara berkembang yang bergantung pada industri tersebut sebagai salah satu sumber pendapatannya.

Bayangkan saja dengan merebaknya virus flu burung, banyak masyarakat yang membatalkan mengkonsumsi daging ayam dan harga daging unggas menjadi turun. Dan jika penyakit semakin menyebar, maka pengendaliannya di suatu Negara makin sulit untuk dilakukan, dan pemerintah sudah pasti harus mengambil langkah yang agresif untuk mengendalikan penyakit dan menghindarkan untuk timbulnya banyak korban.

Selain itu penyakit ini telah menghabiskan dana milyaran dollar untuk penelitian dan persiapan untuk penanganan pandemic, lebih dari 10 milyar dollar dikeluarkan untuk memusahkan unggas untuk menghindarkan mewabahnya H5N1.

Dibandingkan dengan AIDS yang membunuh 50 juta jiwa dalam jangka waktu 25 tahun, pandemic flu dapat membunuh 50 juta jiwa dalam waktu 25 minggu saja. Oleh karena itu banyak pihak yang khawatir serangan H5N1 akan separah serangan virus Flu Spanyol di awal tahun 1900an.

Namun, kekhawatiran yang berlebih seharusnya tidak terjadi, karena faktanya masih banyak orang yang hidup dengan HIV di seluruh dunia, tingkat kecelakaan yang tinggi masih membayangi di beberapa Negara berkembang dan juga beberapa penyakit lainnya yang mematikan seperti kanker, darah tinggi dan lain-lain.

Walaupun Flu Burung masih menjadi topik yang paling diperhatikan, tapi dengan pencegahan yang tepat yang dilakukan seluruh pihak, maka penyakit ini tidak akan menjadi pandemik yang menakutkan. 

Sumber: http://fluburung.org/dampak-flu-burung.asp

Virus H5N1


Virus jenis H5N1 dikenal sebagai virus flu burung yang paling membahayakan yang telah menginfeksi baik manusia ataupun hewan. Virus yang juga dikenal dengan A(H5N1) ini merupakan virus epizootic (penyebab epidemik di mahluk non manusia) dan juga panzootic (yang dapat menginfeksi binatang dari berbagai spesies dari area yang sangat luas.
Virus HPAI A (H5N1) pertama kali diketahui membunuh sekawanan ayam di Skotlandia pada tahun 1959, namun virus yang muncul pada saat itu sangat berbeda dengan virus H5N1 pada saat ini. Jenis dominan dari virus H5N1 yang muncul pada tahun 2004 berevolusi dari virus yang muncul pada tahun 2002 yang menciptakan gen tipe Z.

Virus H5N1 dibagi menjadi 2 jenis turunan, turunan yang pertama adalah virus yang menginfeksi manusia dan burung yang ada di Vietnam, Thailand, Kamboja dan burung yang ada di Laos dan Malaysia. Jenis turunan pertama ini tidak menyebar ke daerah lain.

Sedangkan yang turunan jenis 2 dikenali dari burung yang ada di China, Indonesia, Jepang, dan Korea Utara yang kemudian menyebar ke Timur Tengah, Eropa dan Afrika. Virus jenis turunan ke 2 ini adalah virus yang menjadi penyebab infeksi ke manusia yang terjadi dalam kurun waktu 2005-2006 di berbagai Negara. Analisa genetik yang telah dilakukan membuktikan bahwa ada 6 jenis subklas dari turunan jenis ke 2, yang 3 diantaranya tersebar dan menginfeksi manusia di Negara-negara berikut ini :
Subklas 1 : Indonesia
Subklas 2 : Eropa, Timur Tengah dan Afrika
Subklas 3 : China
H5N1 sebenarnya adalah jenis virus yang menyerang reseptor galactose yang ada pada hidung hingga ke paru-paru pada unggas yang tidak ditemukan pada manusia, dan serangan hanya terjadi disekitar alveoli yaitu daerah daerah di paru-paru dimana oksigen disebarkan melalui darah. Oleh karena itu virus ini tidak gampang disebarkan melalui udara saat batuk atau bersin seperti layaknya virus flu biasa. 

Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1997, peneliti menemukan bahwa virus H5N1 terus berevolusi dengan melakukan perubahan di zat antigen dan struktur gen internal yang kemudian dapat menginfeksi beberapa spesies yang berbeda.

Virus yang pertama kali ditemukan di Hongkong pada tahun 1997 dan 2001 tidak mudah ditularkan dari burung satu ke lainnya dan tidak menimbulkan penyakit yang mematikan pada beberapa binatang. Namun pada tahun 2002, jenis baru virus H5N1 muncul, dikenal dengan virus H5N1 tipe gen Z yang menjadi tipe gen dominan, yang menyebabkan penyakit akut pada populasi burung di Hongkong, termasuk disfungsi neurologi dan kematian pada bebek dan jenis unggas lainnya.

Virus dengan tipe gen inilah yang menjadi epidemic di Asia Tenggara yang menyebabkan kematian jutaan ekor ayam dan dari 2 sub klas yang tercipta akibat mutasi virus yang selalu berubah telah menimbulkan korban ratusan manusia yang meninggal dunia. Mutasi yang terjadi dari jenis virus ini meningkatkan patogen virus yang dapat memperparah serangan virus ke berbagai spesies dan ditakutkan nantinya mampu menularkan virus dari manusia ke manusia lainnya. Mutasi tersebut terjadi di dalam tubuh burung yang menyimpan virus dalam jangka waktu lama di dalam tubuhnya sebelum akhirnya meninggal akibat infeksi. 

Mutasi yang terjadi pada virus H5N1 merupakan karakteristik jenis virus influenza, dimana virus tersebut mampu mengkombinasikan jenis 2 jenis virus influenza yang berbeda yang berada dalam 1 jenis reseptor pada saat yang bersamaan.

Kemampuan virus untuk bermutasi menghasilkan jenis yang mampu menginfeksi berbagai jenis spesies adalah karena adanya variasi yang ada di dalam gen hemagglutinin. Mutasi genetik dalam gen hemaglutinin menyebabkan perpindahan asam amino yang pada akhrinya dapat mengubah kemampuan protein dalam hemagglutinin untuk mengikat reseptor dalam permukaan sel.

Mutasi inilah yang dapat mengubah virus flu burung H5N1 yang tadinya tidak dapat menginfeksi manusia menjadi dapat dengan mudah menular dari unggas ke manusia. Oleh karena itu peneliti sekarang sedang giat-giatnya mencoba memahami sifat virus ini dan berusaha melakukan rekayasa genetika dengan memasukkan 2 asam amino virus flu spanyol H1N1 ke dalam hemaglutinin H5N1 sehingga nantinya virus H5N1 tidak menjadi pandemik yang membahayakan manusia seperti yang terjadi pada wabah tahun 1918.
Penelitian itu membuahkan hasil yang menggembirakan dimana objek penelitian dapat tetap sehat meskipun ditempatkan dalam 1 ruangan bersama objek yang sakit. 

Sumber: http://fluburung.org/virus-h5n1.asp

Lari Maraton Bahayakan Jantung?

Lusia Kus Anna | Jumat, 13 Januari 2012 | 14:34 WIB


Kompas.com - Selain membakar kalori lebih banyak, lari merupakan olahraga yang murah dan bisa dilakukan kapan saja. Akan tetapi sebaiknya Anda menyadari kemampuan diri sebelum melakukan lari jarak jauh seperti lari maraton.

Sekitar dua juta orang melakukan lari maraton sejauh 42 km atau separuh maraton di Amerika Serikat setiap tahunnya. Terhitung sejak tahun 2000 sampai 2010 sekitar 59 pelari dilarikan ke unit perawatan jantung setelah berlomba atau di tengah perlombaan. Sebanyak 42 pelari menderita serangan jantung fatal dan tahun 2011 lalu diberitakan dua pelari maraton meninggal dunia.

Setelah dokter menginvestigasi penyebab kematian tersebut, mereka menyimpulkan bahwa pada dasarnya jarak yang ditempuh pelari tidak berbahaya. Malah, mereka yang terkena serangan jantung saat perlombaan lari memiliki peluang hidup lebih besar. Alasannya, pada saat kejadian banyak orang dan juga tenaga medis serta ambulans yang siap sedia.

Meski begitu, rasanya tidak ada orang yang menginginkan serangan jantung. Apalagi tujuan utama para pelari itu adalah meningkatkan fungsi kardiovaskular supaya lebih panjang umur.

"Bukan berarti setiap orang harus melakukan maraton, tetapi orang yang memiliki risiko tinggi harus berhati-hati," kata Aaron Baggish, M.D, peneliti dalam bidang lari maraton.

Sebelum menyiapkan sepatu lari Anda, ada beberapa hal yang sebaiknya diketahui supaya Anda bisa mencapai garis finish dengan baik.

- Periksa jantung Anda

Tidak setiap orang perlu ke dokter sebelum melakukan lari maraton atau program lari jarak jauh, karena itu ketahui faktor risiko Anda. Apakah Anda obesitas atau kegemukan? Bagaimana kadar kolesterol, trigliserida, dan tekanan darah? Pernahkah Anda merasakan nyeri pada dada atau sesak napas saat berlari? Jika Anda merasakan salah satunya, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan sebelum memutuskan berlari.




- Ketahui riwayat penyakit di keluarga

Salah satu yang membahayakan adalah jika seorang pelari memiliki riwayat hypertrophic cardiomyopathy, kondisi genetik yang akan memperlebar otot-otot jantung, sehingga mengganggu fungsi listrik pompa jantung. Ketahui apakah dalam keluarga besar Anda ada kerabat yang meninggal akibat penyakit jantung sebelum berusia 50 tahun.




- Berlari seolah sedang latihan

Penelitian yang dilakukan Baggish menemukan bagian paling mematikan dari lari maraton atau jarak jauh adalah seperempat jarak terakhir. "Saat seseorang mengetahui garis finish sudah dekat biasanya mereka mendorong diri lebih keras dan ini bisa memicu serangan jantung," katanya.



- Pelajari CPR

Menurut penelitian, pelari yang selamat dari serangan jantung adalah mereka yang mendapatkan tindakan CPR (cardiopulmonary resuscitation) dalam waktu 90 detik.




Sumber: http://health.kompas.com/read/2012/01/13/14344677/Lari.Maraton.Bahayakan.Jantung.

Waspadai Mainan Beracun di Mal

Bramirus Mikail | Asep Candra | Rabu, 25 Januari 2012 | 13:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Para orangtua sebaiknya harus lebih berhati-hati lagi dalam memilih dan memberikan mainan untuk anak. Pasalnya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) baru-baru ini menemukan banyak mainan edukasi yang beredar di pasaran mengandung bahan berbahaya.

Pada bulan Maret 2011, YLKI bersama Departemen Kimia FMIPA-Universitas Indonesia melakukan pengujian terhadap beberapa jenis mainan edukasi yang dijual di beberapa tempat, seperti pasar mainan, ITC, dan mal atau pusat perbelanjaan di lima wilayah DKI Jakarta.
Beberapa tempat yang menjadi lokasi pengambilan sampel adalah mal-mal besar, seperti ITC Kuningan, Ciputra Mall, ITC Cempaka Mas, Pejaten Village, dan Senayan City. Namun ada juga yang diambil dari pasar mainan terkemuka, seperti Pasar Gombrong. 

Dari hasil pengujian staf peneliti YLKI ditemukan bahwa banyak produk mainan edukasi yang mengandung zat kimia berbahaya bagi kesehatan.

"Sebut saja timbal (Pb), merkuri (Hg), kadmium (Cd), dan kromim (Cr). Selain kandungan zat-zat kimia ini, tampilan fisik mainan edukasi juga tidak aman untuk anak-anak. Cat yang mudah terkelupas, bau dan warna yang sangat mencolok, serta kurangnya informasi yang jelas dalam kemasan mainan edukasi ini," kata Noor Jehan, staf peneliti dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Rabu (25/1/2012) di kantornya.

Noor menambahkan bahwa yang YLKI lakukan saat ini hanyalah sebagian kecil dari mainan yang sering anak-anak gunakan. Menurutnya, masih banyak mainan jenis lain yang mungkin mengandung bahan-bahan kimia berbahaya, seperti krayon dan lilin.

Sementara itu, Sunardi, MSi, Kepala Laboratorium Afiliasi Departemen Kimia FMIPA-Universitas Indonesia, mengatakan, kandungan logam berat dalam cat yang terkandung pada mainan anak-anak biasanya digunakan dalam pewarna dan aditif. "Mayoritas mainan edukasi ini mengandung logam Pb, Hg, Cr, dan Cd, dengan nilai bervariasi," katanya.

Berikut ini adalah dampak berbahaya dari kontaminasi logam berat terhadap kesehatan anak, seperti dipaparkan oleh Sunardi:

Timbal (Pb)
- Menyebabkan gelisah, lemas, dan depresi, merusak sistem pencernaan, rasa mual, sakit perut disertai diare.
- Merusak sistem saraf pusat sehingga mati rasa dan vetigo. Gejala yang berat mencakup paralis beberapa kelompok otot sehingga menyebabkan pergelangan tangan dan kaki terkulai, kemudian akan diikuti dengan kejang-kejang dan koma.



Merkuri (Hg)
- Menyebabkan kerusakan keseimbangan, tuli dan gangguan lainnya, bronkitis, paru-paru rusak, dan menyebabkan gagal ginjal.



Krom (Cr)
- Menyebabkan kanker paru-paru, kerusakan hati dan ginjal. Jika kontak dengan kulit menyebabkan iritasi, dan jika tertelan dapat menyebabkan sakit perut dan muntah.



Kadmium (Cd)
- Merusak pembuluh darah. Tekanan darah yang menjadi tinggi bisa menyebabkan terjadinya gagal jantung dan kerusakan ginjal.
Sumber: http://health.kompas.com/read/2012/01/25/13474213/Waspadai.Mainan.Beracun.di.Mal 

Melahirkan di Rumah Makin Tren di AS

Lusia Kus Anna | Sabtu, 28 Januari 2012 | 12:59 WIB



Kompas.com - Melahirkan di rumah semakin banyak diminati para ibu di Amerika Serikat. Menurut data resmi disebutkan antara tahun 2004 - 2009 terjadi peningkatan sampai 29 persen.

"Peningkatannya antara lain dipicu oleh perempuan Hispanik," kata Marian MacDorman, ahli statistik dari Center for Disease Control and Prevention (CDC).

Ia menduga semakin banyaknya wanita yang melahirkan di rumah mungkin disebabkan karena mereka menginginkan persalinan dengan intervensi medis yang rendah. "Banyak yang wanita yang takut dengan tren persalinan caesar dan intervensi lainnya jika melahirkan di rumah sakit," katanya.

Dalam data yang dikumpulkan MacDorman, terungkap bahwa melahirkan di rumah kebanyakan di lakukan oleh wanita berusia 35 tahun atau lebih, serta wanita yang sudah memiliki anak sebelumnya.

Persalinan di rumah juga biasanya dilakukan oleh wanita yang kehamilannya tidak beresiko dan bukan kehamilan kembar. Selain itu, remaja serta wanita yang tidak menikah juga jarang memilih alternatif melahirkan di rumah.

Saraswathi Vedam dari American College of Nurse-Midwives, serta praktisi persalinan di rumah, berpendapat bahwa wanita di Amerika saat ini semakin memahami keuntungan melahirkan di rumah.

"Ibu hamil dan keluarganya mulai mempertanyakan makin banyaknya intervensi saat persalinan dan mereka ingin mengontrol lingkungan di mana mereka akan bersalin," katanya.

Vedam menjelaskan, keuntungan melahirkan di rumah antara lain adanya privacy, kenyamanan, serta perhatian yang penuh dari orang-orang yang memiliki hubungan personal dengan si ibu.

Sumber: http://health.kompas.com/read/2012/01/28/12595936/Melahirkan.di.Rumah.Makin.Tren.di.AS

Kamis, 26 Januari 2012

Bahaya Logam Berat dalam Makanan

Minggu, 21 September 2008 | 11:25 WIB



MANUSIA bukan hanya menderita sakit karena menghirup udara yang tercemar, tetapi juga akibat mengasup makanan yang tercemar logam berat. Sumbernya sayur-sayuran dan buah-buahan yang ditanam di lingkungan yang tercemar atau daging dari ternak yang makan rumput yang sudah mengandung logam berat yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Akhir-akhir ini kasus keracunan logam berat yang berasal dari bahan pangan semakin meningkat jumlahnya. Pencemaran logam berat terhadap alam lingkungan merupakan suatu proses yang erat hubungannya dengan penggunaan bahan tersebut oleh manusia.

Pencemaran lingkungan oleh logam berat dapat terjadi jika industri yang menggunakan logam tersebut tidak memperhatikan keselamatan lingkungan, terutama saat membuang limbahnya. Logam-logam tertentu dalam konsentrasi tinggi akan sangat berbahaya bila ditemukan di dalam lingkungan (air, tanah, dan udara).

Sumber utama kontaminan logam berat sesungguhnya berasal dari udara dan air yang mencemari tanah. Selanjutnya semua tanaman yang tumbuh di atas tanah yang telah tercemar akan mengakumulasikan logam-logam tersebut pada semua bagian (akar, batang, daun dan buah).

Ternak akan memanen logam-logam berat yang ada pada tanaman dan menumpuknya pada bagian-bagian dagingnya. Selanjutnya manusia yang termasuk ke dalam kelompok omnivora (pemakan segalanya), akan tercemar logam tersebut dari empat sumber utama, yaitu udara yang dihirup saat bernapas, air minum, tanaman (sayuran dan buah-buahan), serta ternak (berupa daging, telur, dan susu).

Sesungguhnya, istilah logam berat hanya ditujukan kepada logam yang mempunyai berat jenis lebih besar dari 5 g/cm3. Namun, pada kenyataannya, unsur-unsur metaloid yang mempunyai sifat berbahaya juga dimasukkan ke dalam kelompok tersebut. Dengan demikian, yang termasuk ke dalam kriteria logam berat saat ini mencapai lebih kurang 40 jenis unsur. Beberapa contoh logam berat yang beracun bagi manusia adalah: arsen (As), kadmium (Cd), tembaga (Cu), timbal (Pb), merkuri (Hg), nikel (Ni), dan seng (Zn).

Arsen
Arsen (As) atau sering disebut arsenik adalah suatu zat kimia yang ditemukan sekitar abad-13. Sebagian besar arsen di alam merupakan bentuk senyawa dasar yang berupa substansi inorganik. Arsen inorganik dapat larut dalam air atau berbentuk gas dan terpapar pada manusia. Menurut National Institute for Occupational Safety and Health (1975), arsen inorganik bertanggung jawab terhadap berbagai gangguan kesehatan kronis, terutama kanker. Arsen juga dapat merusak ginjal dan bersifat racun yang sangat kuat.

Merkuri
Merkuri (Hg) atau air raksa adalah logam yang ada secara alami, merupakan satu-satunya logam yang pada suhu kamar berwujud cair. Logam murninya berwarna keperakan, cairan tak berbau, dan mengkilap. Bila dipanaskan sampai suhu 3570C, Hg akan menguap. Selain untuk kegiatan penambangan emas, logam Hg juga digunakan dalam produksi gas klor dan soda kaustik, termometer, bahan tambal gigi, dan baterai.

Walaupun Hg hanya terdapat dalam konsentrasi 0,08 mg/kg kerak bumi, logam ini banyak tertimbun di daerah penambangan. Hg lebih banyak digunakan dalam bentuk logam murni dan organik daripada bentuk anorganik. Logam Hg dapat berada pada berbagai senyawa. Bila bergabung dengan klor, belerang, atau oksigen, Hg akan membentuk garam yang biasanya berwujud padatan putih. Garam Hg sering digunakan dalam krim pemutih dan krim antiseptik.

Timbal
Logam timbal (Pb) merupakan logam yang sangat populer dan banyak dikenal oleh masyarakat awam. Hal ini disebabkan oleh banyaknya Pb yang digunakan di industri nonpangan dan paling banyak menimbulkan keracunan pada makhluk hidup. Pb adalah sejenis logam yang lunak dan berwarna cokelat kehitaman, serta mudah dimurnikan dari pertambangan.

Dalam pertambangan, logam ini berbentuk sulfida logam (PbS), yang sering disebut galena. Senyawa ini banyak ditemukan dalam pertambangan di seluruh dunia. Bahaya yang ditimbulkan oleh penggunaan Pb ini adalah sering menyebabkan keracunan.

Menurut Darmono (1995), Pb mempunyai sifat bertitik lebur rendah, mudah dibentuk, mempunyai sifat kimia yang aktif, sehingga dapat digunakan untuk melapisi logam untuk mencegah perkaratan. Bila dicampur dengan logam lain, membentuk logam campuran yang lebih bagus daripada logam murninya, mempunyai kepadatan melebihi logam lain.

Logam Pb banyak digunakan pada industri baterai, kabel, cat (sebagai zat pewarna), penyepuhan, pestisida, dan yang paling banyak digunakan sebagai zat antiletup pada bensin. Pb juga digunakan sebagai zat penyusun patri atau solder dan sebagai formulasi penyambung pipa yang mengakibatkan air untuk rumah tangga mempunyai banyak kemungkinan kontak dengan Pb (Saeni, 1997).

Logam Pb dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, makanan, dan minuman. Logam Pb tidak dibutuhkan oleh manusia, sehingga bila makanan tercemar oleh logam tersebut, tubuh akan mengeluarkannya sebagian. Sisanya akan terakumulasi pada bagian tubuh tertentu seperti ginjal, hati, kuku, jaringan lemak, dan rambut.

Tembaga
Tidak seperti logam-logam Hg, Pb, dan Cd, logam tembaga (Cu) merupakan mikroelemen esensial untuk semua tanaman dan hewan, termasuk manusia. Logam Cu diperlukan oleh berbagai sistem enzim di dalam tubuh manusia. Oleh karena itu, Cu harus selalu ada di dalam makanan. Yang perlu diperhatikan adalah menjaga agar kadar Cu di dalam tubuh tidak kekurangan dan juga tidak berlebihan.

Kebutuhan tubuh per hari akan Cu adalah 0,05 mg/kg berat badan. Pada kadar tersebut tidak terjadi akumulasi Cu pada tubuh manusia normal. Konsumsi Cu dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan gejala-gejala yang akut.

Logam Cu yang digunakan di pabrik biasanya berbentuk organik dan anorganik. Logam tersebut digunakan di pabrik yang memproduksi alat-alat listrik, gelas, dan zat warna yang biasanya bercampur dengan logam lain seperti alloi dengan Ag, Cd, Sn, dan Zn.

Garam Cu banyak digunakan dalam bidang pertanian, misalnya sebagai larutan “Bordeaux” yang mengandung 1-3% CuSO4 untuk membasmi jamur pada sayur dan tumbuhan buah. Senyawa CuSO4 juga sering digunakan untuk membasmi siput sebagai inang dari parasit, cacing, dan juga mengobati penyakit kuku pada domba (Darmono, 1995).

Sumber Kontaminan
Kandungan alamiah logam pada lingkungan dapat berubah-ubah, tergantung pada kadar pencemaran oleh ulah manusia atau perubahan alam, seperti erosi. Kandungan logam tersebut dapat meningkat bila limbah perkotaan, pertambangan, pertanian, dan perindustrian yang banyak mengandung logam berat masuk ke lingkungan.

Dari berbagai limbah tersebut, umumnya yang paling banyak mengandung logam berat adalah limbah industri. Hal ini disebabkan senyawa atau unsur logam berat dimanfaatkan dalam berbagai industri, baik sebagai bahan baku, katalisator, maupun sebagai bahan tambahan.
Penyebab utama logam berat menjadi bahan pencemar berbahaya adalah karena sifatnya yang tidak dapat dihancurkan (nondegradable) oleh organisme hidup yang ada di lingkungan. Akibatnya, logam-logam tersebut terakumulasi ke lingkungan, terutama mengendap di dasar perairan membentuk senyawa kompleks bersama bahan organik dan anorganik secara adsorbsi dan kombinasi.

Arsen banyak ditemukan di dalam air tanah. Hal ini disebabkan arsen merupakan salah satu mineral yang memang terkandung dalam susunan batuan bumi. Arsen dalam air tanah terbagi dalam dua bentuk, yaitu bentuk tereduksi, terbentuk dalam kondisi anaerobik, sering disebut arsenit. Bentuk lainnya adalah bentuk teroksidasi, terjadi pada kondisi aerobik, umum disebut sebagai arsenat (Jones, 2000).

Hg anorganik (logam dan garam Hg) terdapat di udara dari deposit mineral dan dari area industri. Logam Hg yang ada di air dan tanah terutama berasal dari deposit alam, buangan limbah, dan akitivitas vulkanik. Logam Hg dapat pula bersenyawa dengan karbon membentuk senyawa Hg organik.

Senyawa Hg organik yang paling umum adalah metil merkuri, yang terutama dihasilkan oleh mikroorganisme (bakteri) di air dan tanah. Bila bakteri itu kemudian termakan oleh ikan, ikan tersebut cenderung memiliki konsentrasi merkuri yang tinggi.

Logam ini digunakan secara luas untuk mengekstrak emas dari bijihnya, baik sebelum maupun sesudah proses sianidasi digunakan. Ketika Hg dicampur dengan bijih tersebut, Hg akan membentuk amalgam dengan emas atau perak. Untuk mendapatkan emas dan perak, amalgam tersebut harus dibakar untuk menguapkan merkurinya.

Para penambang emas tradisional menggunakan merkuri untuk menangkap dan memisahkan butir-butir emas dari butir-butir batuan. Endapan Hg ini disaring menggunakan kain untuk mendapatkan sisa emas. Endapan yang tersaring kemudian diremas-remas dengan tangan. Air sisa-sisa penambangan yang mengandung Hg dibiarkan mengalir ke sungai dan dijadikan irigasi untuk lahan pertanian.

Selain itu, komponen merkuri juga banyak tersebar di karang, tanah, udara, air, dan organisme hidup melalui proses fisik, kimia, dan biologi yang kompleks. Walaupun mekanisme keracunan merkuri di dalam tubuh belum diketahui dengan jelas, beberapa hal mengenai daya racun merkuri dapat dijelaskan sebagai berikut (Fardiaz, 1992):

1.    Semua komponen merkuri dalam jumlah cukup, beracun terhadap tubuh.
2.    Masing-masing komponen merkuri mempunyai perbedaan karakteristik dalam daya racun, distribusi, akumulasi, atau pengumpulan, dan waktu retensinya di dalam tubuh.
3.    Transformasi biologi dapat terjadi di dalam lingkungan atau di dalam tubuh, saat komponen merkuri diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.
4.    Pengaruh buruk merkuri di dalam tubuh adalah melalui penghambatan kerja enzim dan kemampuannya untuk berikatan dengan grup yang mengandung sulfur di dalam molekul enzim dan dinding sel.
5.    Kerusakan tubuh yang disebabkan merkuri biasanya bersifat permanen, dan sampai saat ini belum dapat disembuhkan.
Sumber kontaminan timbal (Pb) terbesar dari buatan manusia adalah bensin beraditif timbal untuk bahan bakar kendaraan bermotor. Diperkirakan 65 persen dari semua pencemaran udara disebabkan emisi yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor.

Cemaran logam Cu pada bahan pangan pada awalnya terjadi karena penggunaan pupuk dan pestisida secara berlebihan. Meskipun demikian, pengaruh proses pengolahan akan dapat mempengaruhi status keberadaan tersebut dalam bahan pangan.

Kebun Sayur di Pinggir Jalan Berbahaya
Logam berat dapat terakumulasi dalam jumlah yang cukup besar pada tanaman seperti padi, rumput, beberapa jenis leguminosa untuk pakan ternak, dan sayuran. Logam berat seperti Pb, Cd, Cu, dan Zn sering terakumulasi pada komoditi tanaman. Kandungan merkuri pada beras yang dipanen dari sawah dengan irigasi air limbah penambangan emas tradisional di Nunggul dan Kalongliud sekitar Pongkor, Bogor, Jawa Barat, masing-masing mencapai 0,45 dan 0,25 ppm (Sutono, 2002).

Sumber bahan pangan lain yang dilaporkan tinggi kadar timbalnya adalah makanan kaleng (50-100 mkg/kg), jeroan terutama hati dan ginjal ternak (150 mkg/kg), ikan (170 mkg/kg). Kelompok yang paling tinggi adalah kerang-kerangan (molusca) dan udang-udangan (crustacea), yaitu rata-rata lebih tinggi dari 250 mkg/kg (Winarno dan Rahayu, 1994).
Jenis bahan pangan lain yang mengandung kontaminan timbal cukup tinggi adalah sayuran yang ditanam di tepi jalan raya. Kandungan rata-ratanya sebesar 28,78 ppm, jauh di atas batas aman yang diizinkan Direktorat Jendral Pengawas Obat dan Makanan, yaitu sebesar 2 ppm (Winarno, 1997).

Cemaran tembaga (Cu) terdapat pada sayuran dan buah-buahan yang disemprot dengan pestisida secara berlebihan. Penyemprotan pestisida banyak dilakukan untuk membasmi siput dan cacing pada tanaman sayur dan buah.

Arsen terkandung dalam ikan dan makanan laut lainnya, seperti udang, cumi-cumi, dan kerang. Kandungan arsen dalam makanan laut mencapai angka lebih dari 4,5 mikrogram arsen/g berat basah. Arsen juga terdapat dalam daging dan sayur-sayuran, namun jumlahnya amat kecil. @

Dari Tremor Sampai ke Kematian
Sulit untuk menduga seberapa besar akibat yang ditimbulkan oleh adanya logam berat dalam tubuh. Namun, sebagian besar toksisitas yang disebabkan oleh beberapa jenis logam berat seperti Pb, Cd, dan Hg adalah karena kemampuannya untuk menutup sisi aktif dari enzim dalam sel.

Hg mempunyai bentuk kimiawi yang berbeda-beda dalam menimbulkan keracunan pada mahluk hidup, sehingga menimbulkan gejala yang berbeda pula. Toksisitas Hg dalam hal ini dibedakan menjadi dua bagian, yaitu toksisitas organik dan anorganik.

Pada bentuk anorganik, Hg berikatan dengan satu atom karbon atau lebih, sedangkan dalam bentuk organik, dengan rantai alkil yang pendek. Senyawa tersebut sangat stabil dalam proses metabolisme dan mudah menginfiltrasi jaringan yang sukar ditembus, misalnya otak dan plasenta. Senyawa tersebut mengakibatkan kerusakan jaringan yang irreversible, baik pada orang dewasa maupun anak (Darmono, 1995).

Toksisitas Hg anorganik menyebabkan penderita biasanya mengalami tremor. Jika terus berlanjut dapat menyebabkan pengurangan pendengaran, penglihatan, atau daya ingat.
Senyawa merkuri organik yang paling populer adalah metil merkuri yang berpotensi menyebabkan toksisitas terhadap sistem saraf pusat. Kejadian keracunan metil merkuri paling besar pada makhluk hidup timbul di tahun 1950-an di Teluk Minamata, Jepang yang terkenal dengan nama Minamata Disease.

Timbal (Pb) dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, makanan, dan minuman. Accidental poisoning seperti termakannya senyawa timbal dalam konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan gejala keracunan timbal seperti iritasi gastrointestinal akut, rasa logam pada mulut, muntah, sakit perut, dan diare.

Menurut Darmono (1995), Pb dapat mempengaruhi sistem saraf, inteligensia, dan pertumbuhan. Pb di dalam tubuh terikat pada gugus SH dalam molekul protein dan hal ini menyebabkan hambatan pada aktivitas kerja sistem enzim. Efek logam Pb pada kesehatan manusia adalah menimbulkan kerusakan otak, kejang-kejang, gangguan tingkah laku, dan bahkan kematian.
Toksisitas logam Cu pada manusia, khususnya anak-anak, biasanya terjadi karena CuSO4. Beberapa gejala keracunan Cu adalah sakit perut, mual, muntah, diare, dan beberapa kasus yang parah dapat menyebabkan gagal ginjal dan kematian (Darmono, 1995).

Senyawa arsen sangat sulit dideteksi karena tidak memiliki rasa yang khas atau ciri-ciri pemaparan lain yang menonjol. Gejala keracunan senyawa arsen terutama adalah sakit di kerongkongan, sukar menelan, menyusul rasa nyeri lambung dan muntah-muntah. Kompensasi dari pemaparan arsen terhadap manusia adalah kanker, terutama kanker paru-paru dan hati. Terpapar arsen di udara juga dapat menyebabkan pembentukan kanker kulit pada manusia. @

Awas, Koran Bekas
Usaha-usaha untuk menanggulangi pencemaran logam berat di Indonesia sampai saat ini belum banyak dilakukan. Hal ini terutama karena sebagian besar industri di Indonesia belum mempunyai sarana pengolahan limbah yang memadai.

Usaha yang dapat kita lakukan untuk menghindari bahaya logam berat, antara lain dengan menghindari sumber bahan pangan yang memiliki risiko mengandung logam berat, mencuci dan mengolah bahan pangan yang akan dikonsumsi dengan baik dan benar.

Selain itu, kita juga perlu memperhatikan dan peduli terhadap lingkungan agar pencemaran tidak semakin bertambah jumlahnya. Peningkatan pengetahuan mengenai logam berat juga dapat bermanfaat dan membuat kita lebih waspada terhadap pencemaran logam berat.

Logam berat di dalam bahan pangan ternyata tidak hanya terdapat secara alami, namun juga dapat merupakan hasil migrasi dari bahan pengemasnya. Oleh karena itu, pengemasan bahan pangan harus dilakukan secara hati-hati. Pengemasan makanan dengan menggunakan kertas koran bekas tentu tidak tepat karena memungkinkan terjadinya migrasi logam berat (terutama Pb) dari tinta pada koran ke makanan. Pengemasan makanan dengan bahan yang memiliki aroma kuat, seperti PVC (Poly Vinyl Chloride) dan styrofoam, memungkinkan terjadinya migrasi arsen ke makanan.

Sumber: http://kesehatan.kompas.com/read/2008/09/21/11254074/bahaya.logam.berat.dalam.makanan.

Rabu, 25 Januari 2012

Posyandu Bukan Cuma untuk Timbang Badan Anak

Lusia Kus Anna | Asep Candra | Selasa, 24 Januari 2012 | 16:01 WIB

 


 

KOMPAS.com - Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu selama ini hanya akrab di telinga jika musim imunisasi tiba. Kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu juga biasanya hanya terbatas pada penimbangan badan anak serta pemberian makanan tambahan.

Padahal, posyandu bisa menjadi ujung tombak pengentasan persoalan gizi dan peningkatan kesehatan anak karena posyandu mampu menyentuh sampai tingkat desa, bahkan rukun warga (RW). Namun, dalam beberapa tahun terakhir posyandu seperti mati suri.

"Revitalisasi Posyandu sudah dilakukan sejak tahun 1999. Tetapi apakah ada bukti keberhasilannya? Dengan kondisi yang serba terbatas dan anggaran yang cuma Rp 800.000 per tahun kualitas posyandu pun serba seadanya," papar Ali Khomsan, Guru Besar dari Departemen Ilmu Pangan Institut Pertanian Bogor di sela acara peresmian Gebyar Posyandu Peduli TAT 2012 di Bekasi, Jawa Barat.

Upaya peningkatan peran posyandu, antara lain diinisiasi oleh PT. Nestle Indonesia melalui program Posyandu Peduli Tumbuh-Aktif-Tanggap sejak tahun 2008. Bekerja sama dengan para pakar di bidang gizi dan juga perkembangan psikososial anak, dibuatlah pedoman bagi para kader posyandu sebagai bekal pemantauan tumbuh kembang anak.

"Informasi tentang gizi penting untuk ditingkatkan. Melalui program pelatihan kader diharapkan para kader akan lebih percaya diri dalam memberikan konseling mengenai gizi kepada para ibu," paparnya.

Menurut Pritha, marketing manager Growing Up Milk PT. Nestle Indonesia, dalam program posyandu TAT ini, masyarakat yang datang ke posyandu tidak sekedar melakukan timbang badan saja tetapi juga akan diberikan pemantauan tumbuh kembang.

"Selain ditimbang berat badan, juga diukur tinggi badan dan lingkar kepalanya. Kemampuan kognitif dan psikososial anak juga akan dipantau apakah sudah sesuai dengan milestone tumbuh kembangnya," paparnya.

Berbekal ikhlas

Peran Posyandu dalam pengentasan gizi, menurut Ali Khomsan, sangatlah vital. "Pada tahun 1994 kita berhasil bebas dari kekurangan vitamin A pada balita berkat Posyandu," paparnya.

Meski demikian, ternyata di banyak daerah Posyandu belum dianggap penting oleh birokrat. "Kesadaran para birokrat di daerah terhadap gizi masih kurang. Salah satu indikasinya adalah anggaran untuk program pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah dihapuskan," paparnya.

Selain itu Posyandu sendiri juga kekurangan kader. Susilawati Subekti, salah satu ketua PKK Pusat, mengatakan bahwa kader posyandu adalah orang-orang yang berbekal ikhlas. "Meski tidak digaji mereka rela berkiprah menjadi kader," paparnya dalam kesempatan yang sama.

Program Posyandu Peduli TAT sendiri diharapkan juga akan meningkatkan kunjungan masyarakat ke Posyandu. Menurut data kunjungan Posyandu, dalam sebulan rata-rata hanya 60 persen dari jumlah seluruh balita yang rutin datang ke posyandu.

Alasannya bermacam-macam, ada yang karena ibunya bekerja, rumahnya jauh, atau hanya karena malas antre. Padahal, seandainya mereka rutin membawa anaknya ke posyandu pemahaman dan pengetahuan tentang tumbuh kembang anak bisa ditingkatkan.

"Saat ini, WHO menyoroti pentingnya gizi dan stimulasi dalam 1.000 hari pertama usia anak. Karena kerusakan otak yang terjadi di usia ini tidak bisa diperbaiki. Melalui posyandu, kita bisa meningkatkan kualitas generasi mendatang," pungkasnya. 
 
Sumber: http://health.kompas.com/read/2012/01/24/16012012/Posyandu.Bukan.Cuma.untuk.Timbang.Badan.Anak 

Selasa, 17 Januari 2012

Malaria Masih Menjadi Ancaman di Pulau Jawa

Lusia Kus Anna | Selasa, 17 Januari 2012 | 07:17 WIB
 
 
 
Jakarta, Kompas - Wilayah pedesaan dan hutan di Jawa masih menjadi tempat yang baik bagi nyamuk Anopheles berkembang biak. Mobilitas masyarakat antarpulau yang makin tinggi membuat parasit malaria dalam tubuh seseorang yang tinggal di daerah endemis mudah ditularkan kepada orang lain ketika parasit itu bertemu nyamuk Anopheles.

”Daerah perindukan nyamuk berada di daerah yang sulit dijangkau sehingga nyamuk sulit diberantas,” kata Guru Besar Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Supargiyono saat dihubungi dari Jakarta, Senin (16/1).

Tempat perkembangbiakan nyamuk ada di hutan, kebun, sawah, pantai, dan genangan air di pinggir sungai atau mata air (belik) tempat warga mandi. Nyamuk Anopheles menggigit korban saat hari gelap, saat sore hingga pagi.

Kondisi ini membuat semua kabupaten di Jawa masih rentan terhadap malaria, bukan hanya di wilayah timur Indonesia. Daerah perkotaan relatif lebih aman.

”Jika ada kejadian malaria tidak segera ditangani dan diobati dengan benar, bisa terjadi letupan kasus malaria,” katanya.

Letupan terakhir terjadi di Kecamatan Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama Januari 2012 terdapat 43 kasus malaria. Pada 2009, kejadian luar biasa malaria di Jawa terjadi di enam kabupaten.

Angka kesakitan per 1.000 penduduk berisiko di satu lokasi atau annual parasite incidence (API) malaria di Indonesia pada 2008-2009 mencapai 1,85 per 1.000 penduduk. Pada tahun 2014, API ditargetkan hanya 1 per 1.000 penduduk.

”Tahun 2015, Pulau Jawa ditargetkan bebas malaria,” ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama.

Bebas malaria tak berarti tidak boleh ada kasus penularan malaria di wilayah itu. Masih dibolehkan ada kasus malaria yang penularannya dari daerah lain.

Hingga kini, hanya Jakarta (tidak termasuk Kepulauan Seribu), Bali, dan sejumlah pulau di Kepulauan Riau yang dinyatakan bebas malaria pada tahun 2010. Wilayah lain ditargetkan bebas malaria bertahap hingga terakhir Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur pada tahun 2030.

Penangkalan

Menurut Tjandra, penyebaran malaria di Jawa dapat ditangkal dengan mengubah perilaku. Pada kasus di Kokap, masyarakat yang tertular adalah pengambil air nira kelapa. Mereka mengambil nira hingga malam hari tanpa menggunakan baju sehingga rentan digigit Anopheles.

Masyarakat di wilayah berisiko perlu membiasakan diri tidur berkelambu dilapisi insektisida. Bila keluar malam, tubuh perlu ditutup sehingga terhindar dari gigitan nyamuk. (MZW)

Sumber: http://health.kompas.com/read/2012/01/17/07172426/Malaria.Masih.Menjadi.Ancaman.di.Pulau.Jawa
 

Bahaya Minuman Berenergi Kembali Disampaikan

Lusia Kus Anna | Senin, 16 Januari 2012 | 15:45 WIB
 
 
 
Kompas.com - Para pakar di Australia kembali memperingatkan bahaya kesehatan pada produk minuman berenergi karena kandungan kafeinnya yang tinggi. Peringatan ini disampaikan menyusul peningkatan jumlah orang yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi minuman tersebut.

Para pakar kesehatan dari University of Sydney's Medical School dan The New South Wales Poisons Information Centre mengatakan jumlah orang yang dilaporkan menderita sakit akibat minuman berenergi naik dari 12 orang di tahun 2004 menjadi 65 orang di tahun 2010.

Dalam tujuh tahun terakhir sampai dengan tahun 2010, terdapat 297 panggilan dan sedikitnya 128 orang dirawat di rumah sakit karena berbagai gejala, termasuk nyeri perut, jantung berdebar-debar, serta agitasi. Dari jumlah tersebut sebanyak 20 orang mengalami gejala lebih serius seperti kejang dan halusinasi.

Hasil penelitian yang dimuat dalam Medical Journal of Australia menyebutkan rata-rata usia orang yang menderita gangguan kesehatan itu adalah 17 tahun dan kebanyakan mencampur minuman energi dengan alkohol.

Para pakar tersebut merekomendasikan agar otoritas kesehatan yang berwenang mewajibkan produsen minuman energi menambahkan bahaya efek samping dalam kemasan.

Satu kaleng minuman energi mengandung sampai dengan 300 miligram kafein, yang setara dengan 65-120 mg cangkir kopi.

"Hal yang harus diperhatikan oleh konsumen adalah berapa banyak kafein yang terkandung, berapa jumlah maksimal konsumsi, batasan usia, serta diperlukan batasan pembelian," kata Naren Gunja, direktur medis Poisons Centre.

Sumber: http://health.kompas.com/read/2012/01/16/15452517/Bahaya.Minuman.Berenergi.Kembali.Disampaikan
 

Minggu, 15 Januari 2012

Cedera Karena Radiasi

DEFINISI
Cedera Akibat Radiasi adalah kerusakan jaringan akibat radiasi (penyinaran).

Radiasi adalah gelombang atau partikel berenergi tinggi yang berasal dari sumber alami atau sumber yang sengaja dibuat oleh manusia.
Cedera jaringan bisa terjadi akibat pemaparan singkat radiasi tingkat tinggi atau pemaparan jangka panjang radiasi tingkat rendah.
Beberapa efek yang merugikan dari radiasi hanya berlangsung singkat, sedangkan efek lainnya bisa menyebabkan penyakit menahun.

Efek dini dari radiasi dosis tinggi akan tampak jelas dalam waktu beberapa menit atau beberapa hari. Efek lanjut mungkin baru tampak beberapa minggu, bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian.
Mutasi (pergeseran) bahan genetik dari sel-sel organ kelamin akan tampak jelas hanya jika korban pemaparan radiasi memiliki anak, dimana anaknya mungkin terlahir dengan kelainan genetik.

PENYEBAB
Dulu sumber radiasi yang berbahaya hanya sinar X dan bahan radioaktif yang terjadi secara alami (misalnya uranium dan radon).
Sinar X yang digunakan dalam prosedur diagnostik pada saat ini memiliki efek radiasi yang lebih sedikit dari sinar X yang digunakan pada masa lalu.
Sumber radiasi tingkat tinggi yang paling sering ditemukan adalah bahan radioaktif yang dibuat oleh manusia, yang digunakan dalam berbagai pengobatan medis, laboratorium ilmiah, industri dan reaktor tenaga nuklir.

Sejumlah besar radiasi secara tidak sengaja telah lepas dari pembangkit tenaga nuklir, termasuk pembangkit di Kepulauan 3 Mil pada tahun 1979 dan Chernobil di Ukraina pada tahun 1986.
Kecelakaan di Kepulauan 3 Mil tidak mengakibatkan pemaparan radiasi yang berat; tetapi penduduk yang tinggal di sekitar Chernobil mengalami pemaparan yang lebih berat, lebih dari 30 orang yang meninggal dan lebih banyak lagi yang terluka. Radiasi sampai ke Eropa, Asia dan Amerika Serikat.

Radiasi diukur dalam berbagai unit yang berbeda:
  • Roentgen (R) mengukur jumlah radiasi dalam udara
  • Gray (Gy) merupakan jumlah energi yang benar-benar diserap oleh berbagai jaringan atau bahan yang terkena radiasi
  • Beberapa jenis radiasi lebih bisa menyerang organisme biologis, karena itu digunakan satuan sievert (Sv) untuk menggambarkan kekuatan efek radiasi pada tubuh dengan jumlah energi terserap yang sama.

    Efek kerusakan yang terjadi tergantung kepada:
    1. Jumlah (dosis)
      Dosis tunggal yang diberikan dalam waktu singkat bisa berakibat fatal, tetapi dosis yang sama yang diberikan selama beberapa minggu atau beberapa bulan bisa hanya menimbulkan efek yang ringan.
    2. Lamanya pemaparan
    3. Kecepatan pemaparan.
      Jumlah dosis total dan kecepatan pemaparan menentukan efek radiasi terhadap bahan genetik pada sel.
    4. Banyaknya bagian tubuh yang terkena radiasi
      Jika disebarluaskan ke seluruh permukaan tubuh, radiasi yang lebih besar dari 6 gray biasanya menyebabkan kematian, tetapi jika hanya diarahkan kepada sebagian kecil permukaan tubuh (seperti yang terjadi pada terapi kanker), maka 3-4 kali jumlah tersebut bisa diberikan tanpa menimbulkan efek yang berbahaya bagi tubuh
    5. Penyebarluasan radiasi di dalam tubuh
      Bagian tubuh dimana sel-sel membelah dengan cepat (misalnya usus dan sumsum tulang), lebih mudah mengalami kerusakan akibat radiasi daripada sel-sel yang membelah secara lebih lambat (misalnya otot dan tendo).
      Oleh karena itu, selama menjalani terapi radiasi untuk kanker, diusahakan agar bagian tubuh yang lebih peka terhadap radiasi dilindungi sehingga bisa digunakan radiasi dosis tinggi.
    Kecepatan dosis adalah jumlah radiasi yang diterima seseorang selama periode waktu tertentu.
    Kecepatan dosis radiasi dari lingkungan yang tidak dapat dihindari adalah rendah, yaitu sekitar 1-2 miligray/tahun (1 miligray sama dengan 1/1,000 gray), yang tidak menimbulkan efek pada tubuh.
    Efek radiasi sifatnya kumulatif, setiap pemaparan baru akan ditambahkan kepada pemaparan sebelumnya untuk menentukan dosis total dan kemungkinan efeknya pada tubuh. Semakin tinggi kecepatan dosis atau dosis totalnya, maka semakin besar kemungkinan timbulnya resiko.

  • GEJALA
    Pemaparan radiasi menyebabkan 2 jenis cedera, yaitu akut (segera) dan kronik (menahun).

    Sindroma radiasi akut bisa menyerang berbagai organ yang berbeda:
  • Sindroma otak terjadi jika dosis total radiasi sangat tinggi (lebih dari 30 gray) dan selalu berakibat fatal.
    Gejala awal berupa mual dan muntah, lalu diikuti oleh lelah, ngantuk dan kadang koma. Gejala ini kemungkinan besar disebabkan oleh adanya peradangan otak.
    Beberapa jam kemudian akan timbul tremor (gemetar), kejang, tidak dapat berjalan dan kematian.
  • Sindroma saluran pencernaan terjadi akibat dosis total radiasi yang lebih rendah (tetapi tetap tinggi, yaitu 4 gray atau lebih).
    Gejalanya berupa mual hebat, muntah dan diare, yang menyebabkan dehidrasi berat. Pada awalnya gejala timbul akibat kematian sel-sel yang melapisi saluran pencernaan.
    Gejala tetap ada akibat lepasnya lapisan saluran pencernaan secara progresif dan akibat infeksi bakteri. Pada akhirnya, sel-sel yang menyerap zat gizi dihancurkan seluruhnya dan darah merembes dari daerah yang terluka ke dalam usus.
    Mungkin akan tumbuh sel-sel yang baru, biasanya dalam waktu 4-6 hari setelah pemaparan. Tetapi meskipun terjadi pertumbuhan sel yang baru, penderita sindroma ini kemungkinan akan meninggal karena adanya gagal sumsum tulang, yang biasanya terjadi 2-3 minggu kemudian.
  • Sindroma hematopioetik menyerang sumsum tulang, limpa dan kelenjar getah bening, yang kesemuanya merupakan tempat pembentukan sel-sel darah yang utama.
    Sindroma ini terjadi jika dosis total mencapai 2-10 gray dan diawali dengan berkurangnya nafsu makan, apati, mual dan muntah. Gejala yang paling berat terjadi dalam waktu 6-12 jam setelah pemaparan dan akan menghilang dalam waktu 24-36 setelah pemaparan.
    Selama periode bebas gejala, sel penghasil darah di dalam limpa, kelenjar getah bening dan sumsum tulang, mulai berkurang sehingga sel-sel darah merah dan putihpun sangat berkurang. Kekurangan sel darah putih seringkali menyebabkan terjadinya infeksi yang berat.
    Jika dosis total lebih dari 6 gray, maka biasanya kelainan fungsi hematopoietik dan saluran pencernaan akan berakibat fatal.

    Pada sebagian kecil pasien, sakit radiasi akut terjadi setelah menjalani terapi radiasi, terutama pada perut. Gejalanya berupa mual, muntah, diare, nafsu makan menurun, sakit kepala, merasa tidak enak badan dan denyut jantung meningkat.
    Gejala biasanya menghilang dalam beberapa jam atau beberapa hari. Penyebabnya belum diketahui.

    Pemaparan berulang atau pemaparan jangka panjang oleh radiasi dosis rendah dari implan radioaktif atau sumber eksternal, bisa menyebabkan:
    - terhentinya menstruasi (amenore)
    - berkurangnya kesuburan pada pria dan wanita
    - berkurangnya gairah seksual (libido) pada wanita
    - katarak
    - berkurangnya jumlah sel darah merah (anemia), sel darah putih (leukopenia dan trombosit (trombositopenia).

    Dosis sangat tinggi pada bagian tubuh tertentu bisa menyebabkan rambut rontok, kulit menipis dan terbentuknya luka terbuka (ulkus, borok), kapalan dan spider nevi (daerah kemerahan seperti laba-laba akibat pelebaran pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit). Lama-lama bisa terjadi kanker kulit sel skuamosa.
    Tumor tulang bisa tumbuh bertahun-tahun setelah menelan senyawa radioaktif tertentu, misalnya garam radium.

    Kadang cedera berat pada organ yang terkena radiasi terjadi beberapa bulan/tahun setelah menjalani terapi radiasi untuk kanker:
  • Fungsi ginjal bisa menurun dalam waktu 6 bulan sampai 1 tahun setelah penderita menerima dosis radiasi yang sangat tinggi; juga bisa terjadi anemia dan tekanan darah tinggi.
  • Penimbunan radiasi dosis tinggi di dalam otot bisa menyebabkan nyeri, penciutan otot (atrofi) dan penimbunan kalsium di dalam otot yang teriritasi. Meskipun sangat jarang terjadi, perubahan ini bisa menyebabkan tumor otot ganas.
  • Radiasi pada tumor paru bisa menyebabkan peradangan paru (pneumonitis radiasi) dan radiasi dosis tinggi bisa menyebabkan pembentukan jaringan parut yang hebat pada paru-paru (fibrosis), yang bisa berakibat fatal.
  • Jantung dan kantungnya bisa mengalami peradangan setelah diberikan radiasi yang luas pada tulang dada dan dada.
  • Penimbunan radiasi di dalam korda spinalis bisa menyebabkan kerusakan hebat yang berakhir dengan kelumpuhan.
  • Radiasi ekstensif pada perut (untuk kanker kelenjar getah bening, buah zakar atau indung telur) bisa menyebabkan terbentuknya ulkus kronis, jaringan parut dan perforasi pada usus.

    Radiasi merubah bahan genetik pada sel-sel yang sedang membelah. Perubahan pada sel-sel yang berada di luar sistem reproduksi bisa menyebabkan kelainan pada pertumbuhan sel, misalnya dalam bentuk kanker atau katarak.

    Pada hewan percobaan di laboratorium, jika indung telur dan buah zakar terkena radiasi, kemungkinan keturunannya nanti mengalami kelainan genetik (mutasi) akan meningkat, tetapi efek ini pada manusia belum terbukti.
    Beberapa ahli yakin bahwa dibawah dosis tertentu, radiasi tidak berbahaya; sedangkan ahli lainnya berpendapat bahwa setiap radiasi pada indung telur dan buah zakar bisa berbahaya.
    Karena faktanya belum diketahui, kebanyakan ahli menganjurkan untuk meminimalkan radiasi, baik sebagai pengobatan maupun radiasi di tempat kerja.
    Kemungkinan terjadinya penyakit akibat radiasi atau mutasi genetik diperkirakan sebesar 1 diantara 100 untuk setiap 1 gray, dan rata-rata orang menerima sekitar 0,002 gray radiasi/tahun.

  • DIAGNOSA
    Jika seseorang menjadi sakit setelah menjalani terapi radiasi atau setelah terkena radiasi dalam suatu kecelakaan, maka kemungkinan telah terjadi cedera akibat radiasi.
    Tidak ada pemeriksaan khusus untuk mendiagnosis keadaan ini. Pemeriksaan darah dan sumsum tulang berulang bisa memberikan informasi tambahan tentang beratnya cedera yang terjadi.

    Radiasi kronik yang pemaparannya tidak diketahui atau tidak dihiraukan, sulit atau bahkan tidak mungkin terdiagnosis.
    Jika diduga telah terjadi suatu cedera akibat radiasi, biasanya dicari kemungkinan terjadinya pemaparan di tempat kerja dan dilakukan pemeriksaan kromosom (pembawa bahan genetik di dalam sel) secara periodik meskipun hasilnya mungkin tidak pasti.
    Pemeriksaan mata juga dilakukan secara periodik untuk mengetahui adanya katarak.

    PENGOBATAN
    Kulit yang terkontaminasi oleh bahan radioaktif harus segera dicuci dengan air yang banyak dan (jika ada) dengan larutan yang memang dibuat untuk mencuci bahan radioaktif.
    Luka tusuk yang kecil harus benar-benar dibersihkan agar semua partikel radioaktif terbuang meskipun menimbulkan nyeri.
    Jika bahan radioaktif tertelan, harus dirangsang untuk muntah.
    Pemaparan radioaktif yang berlebihan mungkin perlu dipantau dengan pemeriksaan pernafasan dan air kemih untuk radioaktif.

    Sindroma otak akut selalu berakibat fatal, karena itu pengobatan dimaksudkan untuk mengurangi nyeri, kecemasan dan gangguan pernafasan.
    Untuk mengatasi kejang diberikan obat penenang.

    Gejala sakit radiasi akut akibat terapi radiasi pada perut bisa dikurangi dengan obat anti-mual dan anti-muntah yang diberikan sebelum pasien menjalani terapi radiasi.

    Sindroma saluran pencernaan bisa diatasi dengan anti-muntah, obat penenang dan makanan lunak. Cairan diberikan sesuai dengan kebutuhan.
    Pada 4-6 hari sesudah radiasi, dilakukan transfusi darah berulang dan diberikan antibiotik, sampai sel-sel baru mulai tumbuh di dalam saluran pencernaan.

    Pada sindroma hematopoietik, untuk menggantikan sel darah yang hilang dilakukan transfusi.
    Untuk mencegah infeksi diberikan antibiotik dan penderita dijauhkan dari orang-orang yang sedang menderita suatu infeksi.
    Kadang dilakukan pencangkokkan sumsum tulang, tetapi angka keberhasilannya rendah.

    Langkat pertama untuk mengatasi efek lanjut dari pemaparan jangka panjang adalah menghilangkan sumber radiasi.
    Bahan radioaktif tertentu (misalnya radium, torium dan radiostrontium) dapat dibuang dari dalam tubuh dengan obat-obatan yang menempel pada bahan tersebut dan kemudian dibuang melalui air kemih. Obat-obat tersebut akan sangat efektif jika diberikan segera setelah terjadinya pemaparan.
    Luka terbuka dan kanker diangkat atau diperbaiki melalui pembedahan.
    Pengobatan leukemia akibat radiasi adalah dengan kemoterapi. Sel darah bisa digantikan melalui transfusi tetapi tindakan ini hanya bersifat sementara karena sumsum tulang yang telah mengalami kerusakan akibat radiasi tidak mungkin tumbuh kembali.
    Tidak ada pengobatan yang dapat mengembalikan kesuburan, tetapi kelainan fungsi indung telur dan buah zakar yang menyebabkan rendahnya kadar hormon seksual dapat diatasi dengan terapi sulih hormon.


    PROGNOSIS

    Prognosis tergantung kepada dosis, kecepatan dosis dan penyebaran bahan radiasi di seluruh tubuh.
    Pemeriksaan darah dan sumsum tulang berulang bisa memberikan informasi tambahan tentang beratnya cedera yang terjadi.

    Prognosis pada sindroma otak atau saluran pencernaan sangat buruk. Sindroma otak bisa berakibat fatal dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari, dan sindroma saluran pencernaan biasanya akan menjadi fatal dalam waktu 3-10 hari, meskipun ada beberapa penderita yang bertahan hidup sampai beberapa minggu.
    Sindroma hematopoietik seringkali menyebabkan kematian dalam waktu 8-50 hari; kematian akibat infeksi yang berat terjadi dalam waktu 2-4 minggu setelah pemaparan, kematian akibat perdarahan hebat terjadi dalam waktu3-6 minggu setelah pemaparan.


    Sumber: http://medicastore.com/penyakit/989/Cedera_Karena_Radiasi.html

    Cedera Akibat Listrik

    DEFINISI
    Cedera Akibat Listrik adalah kerusakan yang terjadi jika arus listrik mengalir ke dalam tubuh manusia dan membakar jaringan ataupun menyebabkan terganggunya fungsi suatu organ dalam.

    Tubuh manusia adalah penghantar listrik yang baik. Kontak langsung dengan arus listrik bisa berakibat fatal. Arus listrik yang mengalir ke dalam tubuh manusia akan menghasilkan panas yang dapat membakar dan menghancurkan jaringan tubuh.
    Meskipun luka bakar listrik tampak ringan, tetapi mungkin saja telah terjadi kerusakan organ dalam yang serius, terutama pada jantung, otot atau otak.

    Arus listrik bisa menyebabkan terjadinya cedera melalui 3 cara:
  • Henti jantung (cardiac arrest) akibat efek listrik terhadap jantung
  • Perusakan otot, saraf dan jaringan oleh arus listrik yang melewati tubuh
  • Luka bakar termal akibat kontak dengan sumber listrik.

  • PENYEBAB
    Cedera listrik bisa terjadi akibat tersambar petir atau menyentuh kabel maupun sesuatu yang menghantarkan listrik dari kabel yang terpasang.
    Cedera bisa berupa luka bakar ringan sampai kematian, tergantung kepada:
    1. Jenis dan kekuatan arus listrik
      Secara umum, arus searah (DC) tidak terlalu berbahaya jika dibandingkan dengan arus bolak-balik (AC).
      Efek AC pada tubuh manusia sangat tergantung kepada kecepatan berubahnya arus (frekuensi), yang diukur dalam satuan siklus/detik (hertz). Arus frekuensi rendah (50-60 hertz) lebih berbahaya dari arus frekuensi tinggi dan 3-5 kali lebih berbahaya dari DC pada tegangan (voltase) dan kekuatan (ampere) yang sama.
      DC cenderung menyebabkan kontraksi otot yang kuat, yang seringkali mendorong jauh/melempar korbannya dari sumber aurs.
      AC sebesar 60 hertz menyebabkan otot terpaku pada posisinya, sehingga korban tidak dapat melepaskan genggamannya pada sumber listrik. Akibatnya korban terkena sengatan listrik lebih lama sehingga terjadi luka bakar yang berat.
      Biasanya semakin tinggi tegangan dan kekuatannya, maka semakin besar kerusakan yang ditimbulkan oleh kedua jenis arus listrik tersebut.

      Kekuatan arus listrik diukur dalam ampere. 1 miliampere (mA) sama dengan 1/1,000 ampere.
      Pada arus serendah 60-100 mA dengan tegangan rendah (110-220 volt), AC 60 hertz yang mengalir melalui dada dalam waktu sepersekian detik bisa menyebabkan irama jantung yang tidak beraturan, yang bisa berakibat fatal.
      Efek yang sama ditimbulkan oleh DC sebesar 300-500 mA.
      Jika arus langsung mengalir ke jantung, misalnya melalui sebuah pacemaker, maka bisa terjadi gangguan irama jantung meskipun arus listriknya jauh lebih rendah (kurang dari 1 mA).

    2. Ketahanan tubuh terhadap arus listrik
      Resistensi adalah kemampuan tubuh untuk menghentikan atau memperlambat aliran arus listrik.
      Kebanyakan resistensi tubuh terpusat pada kulit dan secara langsung tergantung kepada keadaan kulit. Resistensi kulit yang kering dan sehat rata-rata adalah 40 kali lebih besar dari resistensi kulit yang tipis dan lembab.
      Resistensi kulit yang tertusuk atau tergores atau resistensi selaput lendir yang lembab (misalnya mulut, rektum atau vagina), hanya separuh dari resistensi kulit utuh yang lembab.
      Resistensi dari kulit telapak tangan atau telapak kaki yang tebal adalah 100 kali lebih besar dari kulit yang lebih tipis.

      Arus listrik banyak yang melewati kulit, karena itu energinya banyak yang dilepaskan di permukaan. Jika resistensi kulit tinggi, maka permukaan luka bakar yang luas dapat terjadi pada titik masuk dan keluarnya arus, disertai dengan hangusnya jaringan diantara titik masuk dan titik keluarnya arus listrik.
      Tergantung kepada resistensinya, jaringan dalam juga bisa mengalami luka bakar.

    3. Jalur arus listrik ketika masuk ke dalam tubuh
      Arus listrik paling sering masuk melalui tangan, kemudian kepala; dan paling sering keluar dari kaki.
      Arus listrik yang mengalir dari lengan ke lengan atau dari lengan ke tungkai bisa melewati jantung, karena itu lebih berbahaya daripada arus listrik yang mengalir dari tungkai ke tanah.

      Arus yang melewati kepala bisa menyebabkan:
      - kejang
      - perdarahan otak
      - kelumpuhan pernafasan
      - perubahan psikis (misalnya gangguan ingatan jangka pendek, perubahan kepribadian, mudah tersinggung dan gangguan tidur)
      - irama jantung yang tidak beraturan.
      Kerusakan pada mata bisa menyebabkan katarak.

    4. Lamanya terkena arus listrik.
      Semakin lama terkena listrik maka semakin banyak jumlah jaringan yang mengalami kerusakan.
      Seseorang yang terkena arus listrik bisa mengalami luka bakar yang berat. Tetapi, jika seseorang tersambar petir, jarang mengalami luka bakar yang berat (luar maupun dalam) karena kejadiannya berlangsung sangat cepat sehingga arus listrik cenderung melewati tubuh tanpa menyebabkan kerusakan jaringan dalam yang luas.
      Meskipun demikian, sambaran petir bisa menimbulkan konslet pada jantung dan paru-paru dan melumpuhkannya serta bisa menyebabkan kerusakan pada saraf atau otak.

    GEJALA
    Gejalanya tergantung kepada interaksi yang rumit dari semua sifat arus listrik.
    Suatu kejutan dari sebuah arus listrik bisa mengejutkan korbannya sehingga dia terjatuh atau menyebabkan terjadinya kontraksi otot yang kuat. Kedua hal tersebut bisa mengakibatkan dislokasi, patah tulang dan cedera tumpul.
    Kesadaran bisa menurun, pernafasan dan denyut jantung bisa lumpuh.
    Luka bakar listrik bisa terlihat dengan jelas di kulit dan bisa meluas ke jaringan yang lebih dalam.

    Arus listrik bertegangan tinggi bisa membunuh jaringan diantara titik masuk dan titik keluarnya, sehingga terjadi luka bakar pada daerah otot yang luas. Akibatnya, sejumlah besar cairan dan garam (elektrolit) akan hilang dan kadang menyebabkan tekanan darah yang sangat rendah.
    Serat-serat otot yang rusak akan melepaskan mioglobin, yang bisa melukai ginjal dan menyebabkan terjadinya gagal ginjal.

    Dalam keadaan basah, kita dapat mengalami kontak dengan arus listrik. Pada keadaan tersebut, resistensi kulit mungkin sedemikian rendah sehingga tidak terjadi luka bakar tetapi terjadi henti jantung (cardiac arrest) dan jika tidak segera mendapatkan pertolongan, korban akan meninggal.

    Petir jarang menyebabkan luka bakar di titik masuk dan titik keluarnya, serta jarang menyebabkan kerusakan otot ataupun pelepasan mioglobin ke dalam air kemih.
    Pada awalnya bisa terjadi penurunan kesadaran yang kadang diikuti dengan koma atau kebingungan yang sifatnya sementara, yangi biasanya akan menghilang dalam beberapa jam atau beberapa hari.
    Penyebab utama dari kematian akibat petir adalah kelumpuhan jantung dan paru-paru (henti jantung dan paru-paru).

    DIAGNOSA
    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

    Untuk memantau denyut jantung korban dilakukan pemeriksaan elektrokardiogram.
    Jika diperkirakan jantung telah menerima kejutan listrik, pemantauan EKG dilakukan selama 12-24 jam.

    Jika korban tidak sadar atau telah mengalami cedera kepala, dilakukan CT scan untuk memeriksa adanya kerusakan pada otak.

    PENGOBATAN
    Pengobatan terdiri dari:
    - menjauhkan/memisahkan korban dari sumber listrik
    - memulihkan denyut jantung dan fungsi pernafasan melalui resusitasi jantung paru (jika diperlukan)
    - mengobati luka bakar dan cedera lainnya.

    Cara paling aman untuk memisahkan korban dari sumber listrik adalah segera mematikan sumber arus listrik. Sebelum sumber listrik dimatikan, penolong sebaiknya jangan dulu menyentuh korban, apalagi jika sumber listrik memiliki tegangan tinggi.
    Jika sumber arus tidak dapat dimatikan, gunakan benda-benda non-konduktor (tidak bersifat menghantarkan listrik; misalnya sapu, kursi, karpet atau keset yang terbuat dari karet) untuk mendorong korban dari sumber listrik. Jangan menggunakan benda-benda yang basah atau terbuat dari logam.
    Jika memungkinkan, berdirilah di atas sesuatu yang kering dan bersifat non-konduktor (misalnya keset atau kertas koran yang dilipat). Jangan coba-coba menolong korban yang berada dekat arus listrik bertegangan tinggi.

    Jika korban mengalami luka bakar, buka semua pakaian yang mudah dilepaskan dan siram bagian yang terbakar dengan air dingin yang mengalir untuk mengurangi nyeri.

    Jika korban pingsan, tampak pucat atau menunjukkan tanda-tanda syok, korban dibaringkan dengan kepala pada posisi yang lebih rendah dari badan dan kedua tungkainya terangkat, selimuti korban dengan selimut atau jaket hangat.

    Cedera listrik seringkali disertai dengan terlontarnya atau terjatuhnya korban sehingga terjadi cedera traumatik tambahan, baik berupa luka luar yang tampak nyata maupun luka dalam yang tersembunyi. Jangan memindahkan kepala atau leher korban jika diduga telah terjadi cedera tulang belakang.

    Setelah aman dari sumber listrik, segera dilakukan pemeriksaan terhadap fungsi pernafasan dan denyut nadi.
    Jika terjadi gangguan fungsi pernafasan dan nadinya tidak teraba, segera lakukan resusitasi.
    Sebaiknya dicari tanda-tanda patah tulang, dislokasi dan cedera tumpul maupun cedera tulang belakang.

    Jika terjadi kerusakan otot yang luas, mungkin akan diikuti dengan kerusakan ginjal, karena itu untuk mencegah kerusakan ginjal, berikan banyak cairan kepada korban.

    Korban sambaran petir seringkali bisa disadarkan dengan resusitasi jantung paru.

    PENCEGAHAN
  • Jauhkan kabel listrik dari jangkauan anak-anak
  • Gunakan pengaman pada colokan listrik
  • Ajarkan kepada anak-anak mengenai bahaya dari listrik
  • Ikuti petunjuk pabrik jika menggunakan alat-alat elektronik
  • Hindari pemakaian alat listrik pada keadaan basah
  • Jangan pernah menyentuh alat listrik ketika sedang memegang keran atau pipa air
  • Untuk menghindari sambaran petir sebaiknya tidak berada di tempat terbuka (lapangan) dan segera mencari tempat perlindungan selama hujan turun (tetapi jangan berada dibawah pohon atau pelindung yang terbuat dari logam). Segera tinggalkan kolam renang, berada di dalam mobil akan lebih aman. 
  • Sumber : http://medicastore.com/penyakit/988/Cedera_Akibat_Listrik.html
  • Demam Chikungunya


    DEFINISI
    Chikungunya berasal dari bahasa Shawill berdasarkan gejala pada penderita, yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung, mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (arthralgia). Nyeri sendi ini terjadi pada lutut pergelangan kaki serta persendian tangan dan kaki.

    PENYEBAB
    Demam Chikungunya disebabkan oleh virus Chikungunya (CHIKV). CHIKV termasuk keluarga Togaviridae, Genus alphavirus, dan ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti

    GEJALA
    Gejala utama terkena penyakit Chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Bahkan, karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa sakit pada tulang-tulang, ada yang menamainya sebagai demam tulang atau flu tulang. Dalam beberapa kasus didapatkan juga penderita yang terinfeksi tanpa menimbulkan gejala sama sekali atau silent virus chikungunya.
    Penyakit ini tidak sampai menyebabkan kematian. Nyeri pada persendian tidak akan menyebabkan kelumpuhan. Setelah lewat lima hari, demam akan berangsur-angsur reda, rasa ngilu maupun nyeri pada persendian dan otot berkurang, dan penderitanya akan sembuh seperti semula. Penderita dalam beberapa waktu kemudian bisa menggerakkan tubuhnya seperti sedia kala.
    Meskipun dalam beberapa kasus kadang rasa nyeri masih tertinggal selama berhari-hari sampai berbulan-bulan. Biasanya kondisi demikian terjadi pada penderita yang sebelumnya mempunyai riwayat sering nyeri tulang dan otot.

    DIAGNOSA
    Untuk memperoleh diagnosis akurat perlu beberapa uji serologik antara lain uji hambatan aglutinasi (HI), serum netralisasi, dan IgM capture ELISA. Tetapi pemeriksaan serologis ini hanya bermanfaant digunakan untuk kepentingan epidemiologis dan penelitian, tidak bermanfaat untuk kepentingan praktis klinis sehari-hari. 

    PENGOBATAN
    Demam Chikungunya termasuk ?Self Limiting Disease? atau penyakit yang sembuh dengan sendirinya. Tak ada vaksin maupun obat khusus untuk penyakit ini. Pengobatan yang diberikan hanyalah terapi simtomatis atau menghilangkan gejala penyakitnya, seperti obat penghilang rasa sakit atau demam seperti golongan parasetamol. Sebaiknya dihindarkan penggunaan obat sejenis asetosal.
    Antibiotika tidak diperlukan pada kasus ini. Penggunaan antibiotika dengan pertimbangan mencegah infeksi sekunder tidak bermanfaat.
    Untuk memperbaiki keadaan umum penderita dianjurkan makan makanan yang bergizi, cukup karbohidrat dan terutama protein serta minum sebanyak mungkin. Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan segar atau minum jus buah segar.
    Pemberian vitamin peningkat daya tahan tubuh mungkin bermanfaat untuk penanganan penyakit. Selain vitamin, makanan yang mengandung cukup banyak protein dan karbohidrat juga meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang bagus dan istirahat cukup bisa mempercepat penyembuhan penyakit. Minum banyak juga disarankan untuk mengatasi kebutuhan cairan yang meningkat saat terjadi demam.

    PENCEGAHAN
    Satu-satunya cara menghindari penyakit ini adalah membasmi nyamuk pembawa virusnya. Nyamuk ini, senang hidup dan berkembang biak di genangan air bersih seperti bak mandi, vas bunga, dan juga kaleng atau botol bekas yang menampung air bersih.
    Nyamuk bercorak hitam putih ini juga senang hidup di benda-benda yang menggantung seperti baju-baju yang ada di belakang pintu kamar. Selain itu, nyamuk ini juga menyenangi tempat yang gelap dan pengap.
    Mengingat penyebar penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti maka cara terbaik untuk memutus rantai penularan adalah dengan memberantas nyamuk tersebut, sebagaimana sering disarankan dalam pemberantasan penyakit demam berdarah dengue.
    Insektisida yang digunakan untuk membasmi nyamuk ini adalah dari golongan malation, sedangkan themopos untuk mematikan jentik-jentiknya.
    Malation dipakai dengan cara pengasapan, bukan dengan menyemprotkan ke dinding. Hal ini karena Aedes aegypti tidak suka hinggap di dinding, melainkan pada benda-benda yang menggantung. Namun, pencegahan yang murah dan efektif untuk memberantas nyamuk ini adalah dengan cara menguras tempat penampungan air bersih, bak mandi, vas bunga dan sebagainya, paling tidak seminggu sekali, mengingat nyamuk tersebut berkembang biak dari telur sampai menjadi dewasa dalam kurun waktu 7-10 hari.
    Halaman atau kebun di sekitar rumah harus bersih dari benda-benda yang memungkinkan menampung air bersih, terutama pada musim hujan seperti sekarang. Pintu dan jendela rumah sebaiknya dibuka setiap hari, mulai pagi hari sampai sore, agar udara segar dan sinar matahari dapat masuk, sehingga terjadi pertukaran udara dan pencahayaan yang sehat. Dengan demikian, tercipta lingkungan yang tidak ideal bagi nyamuk tersebut.
    Pencegahan individu dapat dilakukan dengan cara khusus seperti penggunaan obat oles kulit (insect repellent) yang mengandung DEET atau zat aktif EPA lainnya. Penggunaan baju lengan panjang dan celana panjang juga dianjurkan untuk dalam keadaan daerah tertentu yang sedang terjadi peningkatan kasus. 

    Sumber: http://medicastore.com/penyakit/3011/Demam_Chikungunya.html