Minggu, 28 Oktober 2012

Kenapa Kita Minum Susu Sapi?


Sabtu, 27 Oktober 2012 | 06:36 WIB

KOMPAS.com - Seorang asisten profesor yang mendalami susu di Cornell University, Michael van Amburgh, mengatakan bahwa susu sapi jadi pilihan bukan karena faktor kualitas. Melainkan faktor ekonomi dan warisan budaya.
"Kedua hal itu ada di belakang monopoli susu sapi pada makanan manusia," kata Van Amburgh.

Faktor lain yang mendukung, kata Van Amburgh, adalah sifat sapi yang jinak sehingga mereka mudah dikendalikan dan dipelihara. Domba dan kambing yang juga penghasil susu yang baik tidak memiliki sifat tersebut.

"Mereka lebih aktif berkeliaran," jelas Van Amburgh. Selain itu, dari sisi jumlah, domba dan kambing tidak bisa menyaingi susu sapi.

Dalam peternakan, seekor kambing dapat menghasilkan sekitar setengah galon per hari. Bandingkan dengan sapi yang bisa menghasilkan 10 galon susu per hari. Faktor lain yang mendukung penggunaan susu sapi adalah rasa dan tekstur.

Susu unta memiliki rasa mirip susu sapi segar rendah lemak. Demikian menurut Oasis Camel Dairy, sebuah perusahaan pemerah susu unta di Ramona, California, Amerika Serikat. Saat ini, Departemen Agrikultur Amerika Serikat masih berusaha menentukan standar kualitas susu unta sehingga produk tersebut dapat dijual legal. Meskipun demikian FDA mengizinkan konsumsi susu unta. (Alex Pangestu/ LiveScience, FDA)

Sumber : http://health.kompas.com/read/2012/10/27/0636469/Kenapa.Kita.Minum.Susu.Sapi.

Silakan Makan Daging Kurban dan Tetap Sehat

Penulis : Dr. Ari F. Syam Sp.Pd | Kamis, 25 Oktober 2012 | 09:51 WIB




KOMPAS.com - Hari raya Idul Kurban atau Hari Raya Haji identik dengan hari raya pemotongan hewan kurban antara lain: sapi, kerbau, kambing atau domba. Pada sebagian besar masyarakat muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia, pada tanggal yang ditetapkan akan melakukan pemotongan hewan kurban. Hal ini akan berjalan pada hari raya Idul Kurban dan selama 3 hari berturut-turut kemudian pada hari 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. 

Salah satu makna dari Idul Kurban ini adalah saling berbagi antara masyarakat muslim yang mampu kepada saudaranya yang tidak mampu. Diharapkan masyarakat yang selama ini sulit untuk mengonsumsi daging ikut merasakan nikmatnya mengonsumsi daging. Tentu hal ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat yang memang kebetulan turut mendapat pembagian daging kurban. Selain itu bagi yang berkurban pun turut merasakan untuk menikmati daging kurban tersebut. Tetapi tentu kita tidak berharap pesta daging kurban berakhir dengan musibah (sakit).

Daging sendiri kita ketahui mengandung zat gizi terutama protein dan lemak hewani. Kedua zat gizi ini merupakan zat gizi penting untuk tubuh kita. Secara umum pada masa pertumbuhan, protein dibutuhkan untuk zat pembangun sedang pada orang dewasa protein dibutuhkan untuk menjaga keutuhan tubuh dan mengganti sel-sel yang mengalami kerusakan dan berperan penting untuk proses penyembuhan. 

Lemak  berperan sebagai sumber energi serta asam lemak esensial yang berperan untuk pembentukan membran sel-sel tubuh dan juga lemak dibutuhkan untuk pembentukan steroid dan hormon. Lemak juga berperan sebagai bumper untuk organ-organ dalam tubuh. Pokoknya lemak dan protein tetap kita butuhkan oleh tubuh kita untuk aktifitas kita sehari-hari agar sel-sel tubuh tetap bisa dipertahankan fungsi dalam proses pertumbuhan dan proses menjaga keutuhan tubuh.

Masalah akan timbul jika daging ini dikonsumsi berlebihan dan juga dengan waktu yang tidak tepat. Berbagai penyakit pencernaan akan tercetuskan setelah kita mengonsumsi daging yang berlebihan baik ganggguan pada saluran cerna atas maupun gangguan saluran cerna bawah. Gangguan pencernaan yang dapat terjadi antara lain GERD, sakit maag, susah BAB (konstipasi) atau ambeien (hemoroid).

Salah satu penyakit yang bisa terinduksi akibat makan lemak yang berlebihan dalam waktu singkat adalah penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux). Saat ini penyakit ini kami temui sekitar 20 % dari kasus pasien dengan sakit maag yang kita endoskopi saluran cerna atas baik di RSCM maupun RS Swasta. GERD merupakan penyakit akibat gaya hidup sehingga kasusnya semakin meningkat dimasa depan. Melalui survei yang kami lakukan pada kelompok masyarakat kami dapat angka pasien yang terdiagnosa sebagai GERD sebanyak 30 %.

Penyakit ini terjadi karena adanya aliran balik isi lambung termasuk asam lambung ke kerongkongan karena adanya kelemahan klep antara lambung dan kerongkongan. Selain itu adanya gangguan pengosongan lambung juga mencetuskan timbulnya GERD tersebut. Lemak yang berlebihan dapat menyebabkan pengosongan lambung menjadi lambat dan adanya gangguan pada klep sehingga isi lambung berbalik arah ke kerongkongan. Pasien dengan GERD biasanya merasakan panas pada dada seperti terbakar (heart burn). 

Pasien GERD juga merasakan ada sesuatu yang balik arah dari lambung naik keatas (regurgitasi), pasien merasakan mulut terasa pahit. Selain 2 keluhan utama GERD yaitu heart burn dan regurgitasi ini pasien dengan GERD bisa merasakan keluhan lain seperti nyeri di ulu hati, kembung, begah dan sering sendawa. Pasien biasanya mengira kalau keluhan nyeri dada ini karena masalah jantung atau gangguan pernafasan tetapi sebenarnya karena adanya asam lambung yang kembali arah keatas tersebut. Selain itu asam lambung yang naik tersebut juga dapat menginduksi terjadinya sesak nafas, batuk kronis, rhinitis (radang hidung) kronis , radang pita suara (laryngitis) sampai ngilu pada gigi.

Faktor yang menginduksi timbulnya GERD yang mungkin memang sudah ada sebelumnya adalah karena mengonsumsi daging dalam waktu singkat secara berlebihan. Hal ini diperberat jika daging dimasak dengan santan yang berlebihan disertai bumbu masak yang merangsang, asam dan pedas. Atau sebalikanya jika daging hanya dimasak setengah matang.

Selain itu, apalagi setelah mengonsumsi daging ini langsung tidur tentu kondisi ini akan memperburuk timbulnya GERD tersebut. Karena hal ini akan menyebabkan makanan yang telah sampai di lambung berbalik arah ke kerongkongan.

Tip Menghindari GERD

Beberapa tips agar kita terhindar dari GERD tetapi tetap mengonsumsi daging adalah jangan mengonsumsi daging secara berlebihan dalam waktu singkat, tetap mengonsumsi sayur dan buah-buahan, sebaiknya juga menghindari konsumsi secara bersamaan antara daging dengan jeroan dari hewan kurban tersebut seperti usus, otak, hati, paru atau limpa. Jangan tidur dalam waktu 2 jam setelah makan. Langsung tidur setelah makan akan memudahkan isi lambung termasuk asam lambung akan berbalik arah kembali ke kerongkongan. 

Pada pasien yang memang sudah mengalami GERD maka konsumsi daging yang berlebih dan langsung tidur akan menyebabkan timbulnya panas di dada pada 4 dari 5 kasus GERD. Hindari makanan yang terlalu asam dan pedas. Setalah makan daging hindari minum kopi, alkohol atau minuman bersoda yang akan memperburuk timbulnya GERD tersebut. Selain itu, selama kita mengonsumsi daging ini juga sebaiknya menghindari makanan yang mengandung coklat dan keju.

Mudah-mudahan dengan memperhatikan dampak dari mengonsumsi daging, kita dapat melalui Hari Raya Idul Kurban ini tetap dalam keadaan sehat.


Sumber : http://health.kompas.com/read/2012/10/25/09511264/Silakan.Makan.Daging.Kurban.dan.Tetap.Sehat

Rutin Sarapan Cegah Diabetes

Penulis : Lusia Kus Anna | Kamis, 25 Oktober 2012 | 15:22 WIB




Kompas.com- Para ahli gizi sepakat bahwa sarapan adalah waktu makan paling penting dalam sehari. Hasil penelitian terbaru mengungkapkan bahwa orang yang rutin sarapan setiap hari lebih rendah risikonya terkena diabetes, obesitas, atau menimbun lemak perut.

Pola makan teratur tiga kali sehari sangat dianjurkan dibanding pola makan random karena bisa memicu kegemukan dan bisa membuat gula darah cepat naik dan turun. 

"Memang secara ilmiah belum terbukti bahwa sarapan saja akan menurunkan risiko diabetes, mungkin saja mereka yang selalu sarapan juga mengadopsi gaya hidup sehat lainnya," kata Robert E.Ratner, MD, dari American Diabetes Association.

Sebuah penelitian manfaat sarapan dilakukan terhadap lebih dari 5.000 pria dan wanita, seluruhnya tidak menderita diabetes ketika penelitian dimulai. Selama kurun waktu 18 tahun mereka diikuti. Hasilnya, mereka yang sarapan setiap hari risikonya menderita diabetes 34 persen lebih rendah, demikian juga dengan risiko obesitas yang kurang dari 43 persen dan memiliki lemak perut. 

Sementara itu orang yang agak rutin sarapan (4-6 kali seminggu) juga lebih rendah risikonya terkena diabetes (24 persen. 

Mengenai jenis sarapannya sendiri, disebutkan tidak ada satu jenis sarapan yang lebih unggul. Namun para ahli menganjurkan agar menu sarapan juga mengandung sayuran, protein, karbohidrat kompleks, serta susu rendah lemak.


Sumber : http://health.kompas.com/read/2012/10/25/15220430/Rutin.Sarapan.Cegah.Diabetes

Asap Rokok Merusak dalam 20 Menit

Penulis : Lusia Kus Anna | Kamis, 25 Oktober 2012 | 10:32 WIB




Kompas.com - Asap yang terhirup oleh perokok pasif menjadi ancaman yang merugikan. Perokok pasif yang terpapar asap rokok selama 20 menit di ruangan tertutup, seperti bar atau mobil, akan langsung mengalami gangguan pernapasan. 

Ruangan tertutup seperti bar memiliki konsentrasi partikel halus yang sangat tinggi karena para pengunjungnya sering merokok. "Orang yang bukan perokok lalu terpaksa menghirup partikel dalam jumlah ekstrem itu dan langsung masuk ke paru-paru," kata Dr.Panagiotis Behrakis dari Universitas Athens, Yunani.

Behrakis melakukan observasi mengenai efek jangka pendek paparan asap rokok pada perokok pasif. Ia melibatkan 15 orang sehat yang terpapar konsentrasi tinggi asap yang dibuat semirip mungkin dengan asap rokok selama 20 menit. 

Selama proses paparan tersebut para peneliti menguji tingkat resistensi perpanasan. Ternyata dampak dari paparan asap rokok berlangsung cepat dan signifikan. Hasil penelitian ini dipresentasikan dalam pertemuan American College of Chest Physicians. 

Hasil penelitian itu menambah panjang bukti-bukti dampak paparan asap rokok, bukan hanya bagi perokok sendiri tapi juga orang di sekitarnya. Sebagian besar pasien kanker paru juga ternyata bukan perokok namun biasanya hidup dekat dengan perokok.


Sumber : http://health.kompas.com/read/2012/10/25/10324822/Asap.Rokok.Merusak.dalam.20.Menit

KEMENKES RI AJAK MASYARAKAT LAKUKAN PENCEGAHAN OSTEOPOROSIS


Jakarta, 12 Oktober 2012
Seperti kita ketahui, pembangunan kesehatan Indonesia saat ini menghadapi beban ganda, di satu pihak penyakit menular masih menjadi masalah, bahkan beberapa penyakit menular yang semula dapat dikendalikan kini mulai bermunculan kembali di masyarakat. Di lain pihak, terjadi peningkatan jumlah kasus dan kematian akibat penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, Stroke, Kanker, Diabetes mellitus, Asma, Penyakit paru obstruktif kronik, dan penyakit kronik dan degeneratif lainnya, seperti Osteoporosis.
WHO menyebutkan sekitar 200 juta orang menderita Osteoporosis diseluruh dunia. Pada tahun 2050, diperkirakan angka patah tulang pinggul akan meningkat 2 kali lipat pada wanita dan 3 kali lipat pada pria.


Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&H, DTCE, pada kegiatan Temu Media di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta (12/10), terkait peringatan Hari Osteoporosis Nasional (HON) 2012 yang jatuh pada 20 Oktober mendatang.



Prof. Tjandra menyebutkan, data Perosi (2006) menyatakan bahwa prevalensi Osteoporosis pada wanita Indonesia, terjadi peningkatan dari 23% pada usia 50 hingga 80 tahun, menjadi 53% pada usia 70 hingga 80 tahun.



“Angka prevalensi ini cukup tinggi dibanding dengan negara lain di Asia”, ujar Prof. Tjandra.
Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2010, angka insiden patah tulang paha atas tercatat sekitar 200/100.000 kasus pada wanita dan pria diatas usia 40 tahun diakibatkan Osteoporosis. WHO menunjukkan bahwa 50% patah tulang paha atas ini akan menimbulkan kecacatan seumur hidup dan menyebabkan angka kematian mencapai 30% pada tahun pertama akibat komplikasi imobilisasi. Data ini belum termasuk patah tulang belakang dan lengan bawah serta yang tidak memperoleh perawatan medis di Rumah Sakit.
“Penting disadari Osteoporosis dapat menimbulkan beban, tidak hanya bagi penderita juga bagi keluarga. Oleh karena itu pencegahan sejak dini perlu menjadi perhatian”, kata Prof. Tjandra.



Menurut Prof. Tjandra, pencegahan Osteoporosis dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko Osteoporosis. Sementara itu, peningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah Osteoporosis secara dini dapat dilakukan dengan memperhatikan pola makan sehat dengan menjaga komposisi protein, kalsium dan vitamin D; melakukan aktifitas; terpapar sinar matahari; tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol.



“Kejadian Osteoporosis dapat dicegah melalui Perilaku CERDIK: Cek Kesehatan secara berkala; Enyahkan Asap Rokok; Rangsang Aktifitas Fisik paling tidak 30 menit 3 kali seminggu, berjalan kaki 10.000 langkah per hari; Diet Sehat dan Seimbang terutama yang mengandung Kalsium dan Vitamin D, tidak mengkonsumsi rokok dan alkohol serta terpapar sinar matahari pagi; Istirahat cukup; dan Kelola Stres”, tambah Prof. Tjandra.



Kementerian Kesehatan RI secara sinergis telah bekerjasama dengan Perosi, Perwatusi dan Fonterra Brands Indonesia, untuk pencegahan Osteoporosis. Kerjasama ini bertujuan untuk memperluas cakupan edukasi Osteoporosis maupun pelaksanaannya hingga ke masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi), dr. Siti Annisa Nuhonni, SpKFR(K), menjelaskan Kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh adalah 1000mg untuk usia 19-50 tahun, dan 1200mg untuk usia diatas 50 tahun.



“Tahun ini aktivitas fisik diperluas dengan menambah unsur tarian yaitu osteo dance untuk melengkapi senam Osteoporosis dan jalan kaki 10.000 langkah. Penambahan unsur dance ini bertujuan untuk menjangkau generasi muda agar turut tergerak melakukan pencegahan saat usia muda”, terang dr. Nisa.



Perosi bekerjasama dengan WHO telah berhasil membuat Fracture Risk Asessment Tool (FRAX) untuk Indonesia yang telah resmi dioperasionalkan pada 27 April 2012. Dengan adanya FRAX Indonesia, setiap dokter akan dapat memprediksi kejadian patah tulang sepuluh tahun ke depan pada pasien, dengan mengisi data isian lembar FRAX melalui internet. Hal inilah yang akan segera disosialisasikan oleh Perosi melalui Pertemuan Ilmiah Nasional Perosi pada tanggal19-20 Oktober 2012 mendatang kepada para dokter di Indonesia. Dengan demikian prediksi patah tulang pada orang Indonesia usia diatas 40 tahun, dapat diketahui sejak dini.



Ketua Umum Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), Anita Errol U Hutagalung, menyampaikan bahwa Perwatusi secara aktif menggerakkan masyarakat melalui klub-klub senam, bekerja sama dengan Perosi dan mitra swasta dengan berfokus pada pelatihan instruktur senam termasuk didalamnya guru TK, guru olahraga SD, SMP, SMA, dan juga bekerjasama dengan Puskesmas.



Sementara itu, perwakilan Fonterra Brands Indonesia, Vienno Monintja, menyatakan Fonterra Brands Indonesia merasa terhormat dapat menjadi mitra strategis kampanye Osteoporosis. Tahun ini, untuk memeriahkan peringatan HON yang ke-10, Fonterra Brands Indonesia berpartisipasi aktif dalam peringatan HON 2012 melalui kegiatan Charity Walk, Kampanye Indonesia Bergerak – 2 Minggu Demi Esok yang Lebih Baik.



“Charity walk, merupakan kegiatan pengumpulan dana untuk edukasi pencegahan Osteoporosis, dengan cara mengajak masyarakat berjalan dari 4 kota, Surabaya, Solo, Semarang, Bandung. Jumlah langkah yang terkumpul akan diakumulasikan dan dikonversikan dalam sejumlah dana untuk didonasikan kepada Perosi dan Perwatusi. Selain itu, Fonterra Brands Indonesia juga menyediakan pemeriksaan tulang secara gratis bagi masyarakat Indonesia”, ujar Vienno.



Tahun ini merupakan tahun ke-10 peringatan Hari Osteoporosis Nasional (HON), sejak diluncurkan tahun 2002 lalu. Tahun ini, HON 2012 bertema “Indonesia Bergerak – Waspadai Patah Tulang Akibat Osteoporosis”. Puncak Peringatan Hari Osteoporosis Nasional 2012 akan dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2012, di Monas. Berbagai kegiatan akan dilakukan seperti peluncuran logo 10 tahun Hari Osteoporosis Nasional, jalan kaki 10.000 langkah yang akan diikuti oleh lebih dari 15.000 orang, pengenalan osteo dance dan lomba foto jurnalistik bagi media.



Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jendral Kementrian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: (021)52907416-9, faksimili: (021)52921669, Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC): <kode lokal> 500-567 dean 081281562620 (sms), atau e-mail kontak@depkes.go.id


Sumber : http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/2087-kemenkes-ri-ajak-masyarakat-lakukan-pencegahan-osteoporosis.html